Settia

Masyarakat Nilai Krakatau Posco Tak Peduli Lingkungan

BERBAGI

CILEGON, BCO – Solidaritas Masyarakat Kubangsari (SIMAK) sebagai elemen yang mewakili masyarakat Ring 1 pabrik baja Krakatau Posco mempertanyakan kepedulian pabrik baja tersebut terhadap lingkungan sekitar.

SIMAK menilai, selama ini PT Krakatau Posco tidak peduli terhadap lingkungan, melainkan hanya menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

Karena itu, SIMAK mempertanyakan atas penghargaan yang diklaim oleh PT Krakatau Posco baru-baru ini. Pabrik baja Korea – Indonesia ini didaulat sebagai perusahaan dengan pelaksanaan kegiatan Corporate Social Responsibilty (CSR) Terbaik Tahun 2015 oleh Kedutaan Besar Korea melalui Korea Trade Investment Promotion Agency (Kotra), yang bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI serta Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM). Penghargaan itu diterima pada tanggal 17 November 2015 lalu.

Penghargaan yang diterima Krakatau Posco tersebut dinilai mengada-ada oleh Ketua SIMAK, Abdul Matlub. Dirinya mengatakan CSR yang selalu digemborkan oleh Krakatau Posco tidak pernah sampai kepada masyarakat, terutama masyarakat Kubangsari yang sangat dekat dengan pabrik.

“Penghargaan CSR itu kan hanya berita dari majalah yang dibuat sendiri oleh mereka, jelas itu hanya klaim dan gak fair. CSR yang mereka berikan kepada masyarakat itu apa? Terutama pada masyarakat Kubangsari. Selama ini gak jelas,” tegas Matlub saat ditemui di kediamannya di Lingkungan Pintu Air, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Jumat malam 18 Desember 2015.

Seharusnya PT Krakatau Posco bisa memberikan CSR kepada masyarakat yang bisa lebih berguna dan berkelanjutan.

Hal senada diungkapkan Sekretaris SIMAK, Nurul. Ia mengatakan, Penghargaan CSR terbaik Tahun 2015 yang diperoleh Krakatau Posco sangat tidak realistis. Pasalnya, CSR yang diberikan oleh Krakatau Posco kepada masyarakat Kubangsari tidak sesuai dengan konsep pengembangan kesejahteraan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pembangunan daerah.

“Penghargaan CSR terbaik Tahun 2015 yang diterima KS Posco ini indikator keberhasilannya apa? Kami masyarakat Kubangsari yang sangat dekat dengan pabrik ini hanya dapat limbah polusi debu besi dari hasil produksi pabrik saja. Contoh dari kesehatan saja, mana buktinya? Kalau masyarakat sudah teriak-teriak, baru mengadakan pengobatan gratis. Seharusnya CSR ini berkelanjutan dan punya visi jangka panjang, bukan nunggu masyarakat teriak baru diberikan,” ungkap Nurul.

Menurutnya, penghargaan yang diterima Krakatau Posco ini terlalu mengada-ada dan bentuk pencitraan yang berlebihan.

 

“Harusnya mereka yang ingin memberikan penghargaan kepada KS Posco ini melakukan sidak dulu dan melihat realita di masyarakat seperti apa. Apakah perusahaan itu sudah benar-benar membawa dampak positif, apa sebaliknya. Masyarakat sekitar yang bisa fair menilai,” kata nurul.

Sebagaimana diberitakan dalam majalah KP News Edisi 50, November 2015, PT KP telah berkomitmen penuh untuk berkontribusi bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kota Cilegon melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR).

PT KP mendapatkan penghargaan sebagai perusahaan dengan pelaksanaan kegiatan CSR terbaik di Tahun 2015 dari Kedubes Korea Selatan melalui Korea Trade Investment Promotion Agency (Kotra) bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI serta Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM). Penghargaan diserahkan pada tanggal 17 November 2015 di Hotel Shangrila, Jakarta.

Penghargaan tersebut diberikan bagi perusahaan Korea yang telah berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan hubungan persahabatan bilateral Indonesia – Korea Selatan melalui tanggung jawab sosial yang telah dilakukan. (*)

Settia