Mencuri HP di Atas Kapal, Pria Bertato Dijebloskan ke Penjara KSKP Merak

BERBAGI

CILEGON, BCO – Irpan (37), warga Lingkungan Panjang, Kota Bandar Lampung, terpaksa diamankan oleh anggota Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak lantaran mencuri satu buah ponsel genggam merk Samsung yang diketahui milik seorang penumpang kapal yang berada di atas KMP Virgo 18 yang hendak sandar di Dermaga Lima Pelabuhan Merak, Selasa 8 September 2015.

Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak, Nana Supriyatna mengatakan, penangkapan terhadap pelaku pencurian di atas kapal tersebut, yakni Irfan (37) terjadi pada pukul 05.30 WIB pagi tadi.

Atas laporan seorang karyawan kapal yang memberitahukan telah terjadinya aksi pencurian.

“Setelah kita menerima laporan dari seorang karyawan kapal Virgo itu, kita langsung melakukan razia diatas kapal yang baru saja menyandar di dermaga lima tersebut. Dengan ciri-ciri pelaku yang kami terima akhirnya pelaku dapat kita tangkap dengan akhirnya mengakui perbuatannya,” ujar Kepala KSKP Merak, Nana Sutisna, kepada sejumlah wartawan saat menggelar ekspose penangkapan.

Dijelaskan Nana, menurut pengakuannya, pelaku tersebut telah melakukan aksi pencurian yang serupa sebanyak tiga kali. Modus yang dilakukannya ialah menaiki sebuah kapal untuk mencari sasaran target pencuriannya. Alat yang digunakan pelaku, sambung Nana, tergolong sederhana dengan hanya menggunakan sebuah kosek gas yang terdapat senter.

“Handphone tersebut diambil pelaku dari dalam mobil avanza hitam. Orang yang berada di atas mobil itu sedang tidur dan kacanya sedikit dibuka. Lalu dengan korek yang terdapat senternya itu pelaku langsung melancarkan aksinya. Pelaku akan kita jerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman kurungan penjara maksimal 5 tahun,” katanya.

Sementara itu, Irpan (37) yang mengaku berprofesi sebagai Sopir Travel Bakauheni-Tanjung Karang itu merasa menyesal dengan perbuatan mencurinya tersebut.

Dikatakan Irpan, aksi pencurian itu terpaksa ia lakukan sebab sedang terhimpit ekonomi. “Kapok saya pak, enggak mau lagi mencuri kaya gini. Saya mencuri karena lagi ada kebutuhan keluarga yang mendesak, untuk keperluan anak dan istri,” ujar pria bertato ini. (*)