Settia

Pabrik Krakatau Semen Indonesia di Cilegon Akan Beroperasi Akhir Tahun Ini

BERBAGI

CILEGON, BCO – Perusahaan patungan PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk dengan Semen Indonesia, yang dibangun di Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, ditarget akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2016 ini.

Presiden Direktur PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk Sukandar mengatakan, perusahaan ini siap beroperasi untuk memproduksi slag powder sebagai bahan baku semen. Diperkirakan, perusahaan PT Krakatau Semen Indonesia ini siap memproduksi slag powder antara bulan Oktober atau November 2016.

“Nantinya slag powder akan mengolah granulated blast furnace slag (GBFS) menjadi ground granulated blast furnace slag (GGBFS) untuk bahan baku semen,” ujar Sukandar, seperti dikutip Republika.co.id pada 22 Maret 2016.

Sukandar menjelaskan, campuran semen dengan menggunakan slag powder ini merupakan hal baru di Indonesia dan belum pernah ada. Kualitas semen tersebut biasanya lebih kuat dan biasanya digunakan untuk pembangunan konstruksi berat, seperti membangun bendungan air maupun konstruksi di laut.

Pabrik slag powder mampu mengolah GBFS sebesar 700 ribu ton per tahun. Menurut dia, slag powder yang dihasilkan akan digunakan oleh PT. Semen Indonesia untuk memproduksi semen portland komposit.

PT Krakatau Semen Indonesia ini mendapatkan pasokan bahan baku blast furnace slag (BFS) dari Krakatau Posco sebesar 350 ribu ton per tahun. Sementara dalam kurun waktu masa konstruksi pabrik slag powder ini, perusahaan patungan akan melakukan penjualan ke pihak ketiga.

“Diperkirakan dengan bahan baku ini, Semen Indonesia bisa menghasilkan produk sebesar 1,5 juta ton. Ini merupakan sinergi BUMN untuk pengembangan bisnis,” jelas Sukandar.

Menurut Sukandar, nantinya semen yang dihasilkan tetap menggunakan merek Semen Indonesia. Kerja sama ini dapat meningkatkan pendapatan perseroan dan memberikan kontribusi bagi pengurangan emisi CO2, serta mengamankan pasokan bahan baku (GBFS) untuk keperluan industri semen.

Perusahaan patungan PT. Krakatau Semen Indonesia didirikan dengan total investasi sebesar Rp 440 miliar dan modal kerja Rp 24 miliar, dengan luas lahan 40 ribu meter persegi. Porsi kepemilikan saham yakni Krakatau Steel sebesar 49 persen, dan Semen Indonesia sebesar 51 persen. (*)