Settia

Pagelaran Seni Mocas di KJ Murni Kegiatan Internal Sanggar Puspa Arum, Bukan SMAN 1 Cilegon

BERBAGI

CILEGON, BCO – Pimpinan Sanggar Puspa Arum, Arum Sujiwati mengaku bahwa terkait dengan acara pagelaran dan pentas seni Mocas yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu di Krakatau Junction Komplek Krakatau Steel (KS), bukanlah kegiatan resmi dari instansi sekolah seperti yang telah diklaim oleh sejumlah siswa SMAN 1 Cilegon.

Settia

Wati menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan murni kegiatan internal dari Sanggar Puspa Arum, dan merupakan agenda rutin yang melibatkan seluruh anak didiknya dari tingkatan TK, SD, SMP, dan SMA yang juga bekerjasama dengan Komunitas Seni Mocas dan komunitas seni lainnya.

“Saya ingin mengklarifikasi terkait pemberitaan yang muncul kemarin, tentang pagelaran seni (Mocas) yang diadakan di KJ kemarin tidak ada kaitannya dengan SMAN 1 Cilegon, walaupun memang disitu banyak siswa dari SMAN 1 Cilegon yang terlibat dalam acara tersebut,” ujar Wati.

Terkait adanya berita tentang SMAN 1 Cilegon yang tidak mendukung kegiatan siswa dalam hal berkesenian, hal itu dibantah tegas oleh Wati.

“Itu tidak benar, karena ini (Mocas) memang murni diadakan oleh Sanggar Puspa Arum, dimana diacara tersebut juga ada siswa dari sekolah-sekolah lain. Kami dari Sanggar Puspa Arum juga tidak melakukan komunikasi kepada pihak sekolah dalam pagelaran seni ini karena memang tidak berkaitan dengan pihak sekolah,” jelasnya kepada BCO di ditemui di SMAN 1 Cilegon, Selasa 6 September 2016.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Cilegon, Lili Halili, yang ditemui ditempat yang sama juga mengatakan hal tersebut.

Ia menjelaskan bahwa telah terjadi kesalahpahaman, dan dirinya menegaskan pihak sekolah selalu mendukung kegiatan siswa terutama kegiatan yang bersifat positif dan untuk pengembangan kreatifitas serta bakat siswa.

“Kalaupun memang dalam acara pagelaran seni (Mocas) di KJ kemarin banyak siswa SMAN 1 Cilegon, tapi itu bukan acara dari kami. Itu merupakan acara dan kegiatan dari sanggar (Puspa Arum),” katanya.

Lili juga mengatakan pihak SMAN 1 Cilegon akan selalu mendukung kegiatan siswa yang bersifat positif, asalkan kegiatan tersebut tidak dilaksanakan di luar sekolah, dan tidak pada waktu malam hari.

Pihak sekolah mengaku sangat khawatir dengan hal tersebut, lantaran harus mempertanggungjawabk­annya kepada wali murid.

“Pihak sekolah selalu mendukung setiap kegiatan siswanya, karena sekolah itu merupakan sarana bagi para siswa untuk mengembangkan kreatifitas dan bakatnya. Memang jika acara diluar sekolah ataupun dilaksanakan pada malam hari kita tidak ijinkan, kita sebagai pihak sekolah kan harus bertanggungjawab penuh kepada wali murid. Yang pasti kita mau acara itu dilaksanakan dari kita, oleh kita, dan untuk kita,” ujarnya. (*)