Pasar Kelapa Cilegon Kebanjiran Akibat Buruknya Drainase

BERBAGI

CILEGON, BCO – Hujan yang mengguyur hampir merata di Kota Cilegon pada hari Senin 10 Oktober 2016 kemarin, serta akibat dari buruknya saluran air atau drainase di area Pasar Kelapa di Kavlink Blok F, mengakibatkan hampir seluruh area relokasi tempat berdagang tergenang air.

Dampak dari genangan air tersebut, para pedagang di Pasar Kelapa mengaku mengalami kerugian karena karena sepinya pembeli.

Revitalisasi atau rehab total Pasar Kelapa yang sedang dikerjakan sampai akhir tahun nanti membuat lokasi tempat jualan pedagang Pasar Kelapa di relokasi di dua ruas jalan di depan dan samping Pasar Kelapa.

Hujan lebat dan pembangunan Pasar Kelapa yang diduga tidak memperhatikan penataan drainase di sekitar area pasar, membuat tempat relokasi para pedagang kebanjiran mencapai ketinggian hingga lutut orang dewasa.

“Kalau begini rugi kita, bagaimana ini kita sudah bayar sewa bulanan, iuran Rp 2000 perhari, kalau pulang enggak bawa hasil kasihan keluarga di rumah,” seperti dikatakan Zaenal pedagang sayuran.

Proyek pembangunan Pasar Kelapa yang sedang berjalan dan diduga tidak terlebih dahulu membenahi drainase di sekitar area pasar dianggap sebagai penyebab utama banjir.

Hal itu diungkapkan Yani, pedagang ayam di pasar tersebut.

“Proyek puluhan miliar tapi kok saluran airnya tidak terlihat dibenahi dulu, ya banjirlah,” ketusnya.

Saat ditanyakan harapannya, Yani mengatakan, Pemerintah Kota Cilegon harus segera membenahi.

“Kan kita udah bayar, kasihan ayam saya pada merengkuyut pak,” katanya.

Penutupan atau pemindahan sampah sementara yang berada di belakang Pasar Kelapa juga dikeluhkan dan dipertanyakan banyak warga sekitar, karena tidak adanya informasi dipindah atau ditutup.

Salah satu warga yang hendak membuang sampah, Ichal, mengeluhkan hal tersebut.

“Kok sekarang gak boleh buang sampah disini, bukannya pemerintah nyuruh buanglah sampah pada tempatnya? Mana ga ada informasi, terus saya harus buang sampah dimana ini?,” keluhnya. (*)