Settia

Pemuda Al-Khairiyah Akan Gelar Dialog Akbar Bahas Rencana Penjualan PT KBS

BERBAGI

CILEGON, BCO – Isu rencana penjualan PT Krakatau Bandar Samudra (KBS) kepada PT Pelindo II Banten oleh induk perusahaan yaitu PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mendapatkan sorotan tajam dari beragai pihak.

Diantaranya yang cukup concern adalah Civitas Kampus Al-Khairiyah. Persoalan penjualan asset milik negara tersebut bahkan menjadi tema pembahasan dalam agenda “Dialog Akbar” yang akan diselenggarakan oleh Himpunan Pemuda Al-Khairiyah (HPA) Kota Cilegon, pada Jumat 25 November 2016.

Settia

Ketua Himpunan Pemuda Al-Khairiyah Cilegon Sayuti Zakaria mengatakan, agenda Dialog Akbar nanti khusus membahas dampak yang kemungkinan terjadi dari rencana penjualan PT KBS kepada Pelindo II Banten.

“Dengan alasan atas dasar sinergi BUMN PT KS kembali berencana menjual anak perusahaan pelabuhan (PT KBS) kepada PT Pelindo, apa ini gak terkesan terburu-buru? Meskipun sah-sah saja jika hal tersebut merupakan kebijakan pemerintah,” kata Sayuti.

Lebih lanjut Sayuti menerangkan, yang perlu pengawasan khusus adalah uang hasil penjualan itu nantinya. Apakah hanya akan dijadikan sebagai nilai yang akan menutup kerugian PT KS?

“Perlu diperhatikan juga, penggunaan dana segar tersebut nantinya apakah hanya akan digunakan untuk proyek-proyek pengembangan yang diduga banyak gagalnya daripada hasilnya,” sindirnya.

“Sebagai BUMN yang diandalkan pemerintah semestinya Krakatau Steel harus berkontribusi terhadap income pendapatan negara yang nantinya akan dinikmati rakyat Indonesia, bukan seperti anak kecil yang minta permen kepada orang tuanya (merengek) senantiasa minta disubsidi sehingga ada kesan jika subsidi kurang lalu menggunakan jalan pintas menjual asset dan barang orang tuanya,” imbuh Sayuti.

Dengan demikian jika hal tersebut terus terjadi maka PT KS perlu segera diselamatkan “Save PT KS” dari dugaan Human Error (Miss Managemen), agar PT KS dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara sebagaimana UU BUMN.

Sementara Ketua Lembaga Kedaulatan Rakyat Indonesia (LKRI) Kota Cilegon Asep Saifulloh mengatakan, melalui Dialog Akbar ini diharapkan kita mengetahui persoalan yang saat ini sedang terjadi di PT Krakatau Steel dan anak perusahaannya. Yang selanjutnya nanti menentukan langkah apa yang kita ambil untuk kemajuan yang lebih baik bagi kemajuan pabrik baja terbesar di Kota Cilegon ini.

“Pembicara dalam dialog akbar ini rencananya akan mendatangkan Dirut PT KS, Dirut PT KBS, dan perwakilan dari Kementrian BUMN. Sehingga masyarakat Cilegon mendapatkan informasi tentang masalah yang saat ini membelit PTKrakatau Steel, serta dapat menghasilkan sebuah kesepakatan dan rekomendasi untuk kemajuan PT Krakatau Steel ke depan agar menjadi lebih baik,” kata Asep.

Peserta dalam dialog ini bukan hanya diikuti oleh civitas Al-Khairiyah saja, Asep menyebutkan sejumlah elemen masyarakat dari unsur akademisi, organisasi masyarakat, LSM, dan pihak pemerintah juga turut diundang.

“Pada dasarnya dialog akbar ini terbuka untuk seluruh masyarakat di Kota Cilegon. Sehingga masyarakat tahu, apa yang sebenarnya terjadi di dalam manajemen bisnis perusahaan milik negara ini,” kata Asep. (*)