Settia

Peningkatan Kasus HIV/AIDS di Cilegon Disebabkan Maraknya Seks Bebas

BERBAGI

CILEGON, BCO – Kasi Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Cilegon, Sri Rejeki, menjelaskan, bahwa faktor utama meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kota Cilegon mayoritas disebarkan oleh perilaku seks bebas.

HIV/AIDS paling efektif menyebar melalui hubungan seksual, walaupun beberapa diantaranya ada korban pengidap penyakit ini ada karena faktor turunan.

“Kalau dari narkoba sedikit ya kebanyakan dari hubungan seks yang tidak sehat, karena kalau virus ini kan tertularnya hanya lewat darah,” ungkap Sri Rejeki kepada BCO, belum lama ini.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kota Cilegon, dr. Renitha S. Tarbin mengimbau agar masyarakat terutama kaum muda untuk menghindari gaya hidup bebas, karena perilaku tersebut sangat beresiko dalam penularan penyakit ini.

Menurut dr. Renitha, virus HIV hanya hidup di beberapa media diantaranya, cairan kewanitaan, sperma pria dan darah segar.

Settia

Sementara cara paling efektif agar masyarakat bisa terhidar dari penularan HIV/AIDS ini, adalah dengan menjaga perilaku seks yang lebih sehat dan setia kepada pasangan.

“Tidak melakukan hubungan seks secara bebas, setia kepada pasangan, dan memakai alat kontrasepsi jika salah satu pasangan terjangkit HIV/AIDS,” jelasnya.

Diketahui dari data Dinkes Cilegon, sebanyak 79 kasus baru HIV/AIDS yang ditemukan pada tahun 2016 ini, dimana jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan tahun 2015 lalu yang hanya 72 orang. Bahkan kondisi kali ini lebih mencemaskan jika dibandingkan dengan tahun 2014 dan 2013 yang tidak sampai mencapai 50 kasus.

Sementara secara keseluruhan, di Kota Cilegon saat ini untuk penderita HIV/AIDS yang terdata sejak Tahun 2005 yakni sebanyak 446 jiwa, dengan rincian penderita HIV 372 kasus dan AIDS 177 kasus dan yang meninggal sebanyak 103 jiwa. (*)