Perawatan Coke Plant Krakatau Posco Bikin Masyarakat Sekitar Pabrik Khawatir

BERBAGI

CILEGON, BCO – Rencana perawatan pabrik pengolahan batu bara (Coke Plant) milik PT Krakatau Posco (PTKP) yang dimulai sejak Kamis malam tadi, 4 Januari 2016, masih menyisakan tanda tanya dan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat sekitar.

Kekhawatiran tersebut lantaran masih ada pihak-pihak dari unsur masyarakat yang merasa tidak diajak koordinasi oleh pihak PTKP, terutama masyarakat Kelurahan Kubangsari yang berada di wilayah ring satu dari PTKP.

“Belum ada koordinasi kepada kami masyarakat Kubangsari dari PTKP kalau akan ada perawatan di Coke Plant seperti yang sudah diberitakan,” kata Matlub, Ketua Solidaritas Masyarakat Kubangsari (SIMAK), saat menghubungi BCO melalui telepon genggamnya.

Matlub mengaku khawatir terhadap dampak pembuangan gas produksi dari perawatan Coke Plant yang dilakukan oleh PTKP, pasalnya, masyarakat sudah sangat sering terkena dampak negatif dari produksi baja PTKP.

“Yang saya khawatirkan adalah dampak kepada masyarakat sekitar, terutama masyarakat Kubangsari yang memang berada sangat dekat dengan pabrik Krakatau Posco. Terus juga kita kan belum tahu seperti apa gas produk yang dibuang ke udara dari perawatan itu, saya khawatir hal ini dapat menimbulkan dampak yang buruk untuk masyarakat Kubangsari dan sekitarnya,” tegas Matlub.

Matlub juga mengharapkan ada penjelasan lebih detail dari PTKP, agar masyarakat di sekitar kawasan pabrik baja patungan Korea-Indonesia itu, bisa lebih mengerti dengan sistem pengelolaan pabrik.

“Yang kami khawatirkan itu dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat, jadi seharusnya PTKP dapat memberikan keterangan yang lebih detail kepada masyarakat sekitar,” ujar Matlub mengakhiri. (*)