Settia

Perbaikan Jalan Protokol Cilegon Lambat, Dewan Pertanyakan Kinerja Satker Jalan Nasional

BERBAGI

CILEGON – Kondisi jalan rusak dan berlubang di sepanjang Jalan Protokol Kota Cilegon saat ini banyak mendapat sorotan dan menjadi keluhan banyak orang.

Bagaimana tidak, sebagai kota industri dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang tinggi, banyak yang menilai kondisi jalan rusak di tengah kota sangatlah tidak pantas. Kendati sebenarnya kondisi jalan protokol tersebut statusnya merupakan jalan nasional, yang berarti tanggungjawab perbaikan atas kerusakan tersebut bukan kewenangan Pemkot Cilegon. Jalan nasional di Kota Cilegon meliputi ruas jalan dari arah Serang Pondok Cilegon Indah (PCI) hingga perbatasan Anyer dan Pelabuhan Merak.

Menyikapi masalah tersebut, Ketua Komisi 1 DPRD Kota Cilegon Abdul Ghoffar, mengaku bahwa pihaknya sudah mendorong upaya perbaikan.

“Keluhan kondisi jalan rusak sangat banyak yang masuk ke kita. Akhirnya, kita sampaikan aspirasi masyarakat langsung ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI akhir Desember 2016 lalu,” kata Ghoffar saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 24 Januari 2017.

Dari pertemuan tersebut, menurut Ghoffar, sebenarnya selama ini sudah dibentuk Satuan Kerja (Satker) untuk mengawasi jalan nasional di seluruh Provinsi Banten. Satker 1 bertugas mengawasi jalan nasional di Kota Cilegon.

“Sayangnya Satker ini tidak berfungsi. Padahal berdasarkan aturan, ketika ada laporan bisa secepatnya diproses (perbaikan) 2 kali 24 jam. Ya, kalau sekarang belum diperbaiki, mungkin anggaran belum turun,” jelasnya.

Polisiti PKS ini berharap agar perbaikan atas kerusakan jalan tersebut segera dilakukan.

“Kalau sekarang bisa dilihat di sekitar Tugu Landmark sudah ada perbaikan,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Ghoffar berharap Satker Jalan Nasional dan Pemkot Cilegon bisa menjalin hubungan yang lebih baik lagi dalam hal koorsinasi dan sinergitas.

Settia

“Harusnya ketika ada Satker, persoalan jalan nasional rusak bisa segera teratasi. Namun realitanya tidak, entah Satker itu kerjanya apa?,” keluh Ghoffar. (*)