PIWKU Cilegon Terbentuk, Pelaku UMKM Dipersiapkan Untuk Hadapi MEA

BERBAGI

CILEGON, BCO– Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koprasi (Disperindagkop) menginisiasi terbentuknya Pusat Inkubator Wirausaha dan Klinik UMKM (PIWKU) untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

PIWKU yang resmi terbentuk melalui SK Walikota Nomor 510.05/Kep.383-Disperindagkop/2015, dengan Payung hukum Peraturan Presiden (PP) No. 27 Tahun 2013 tentang Pengembangan Inkubator Wirausaha dan Kepmen Koperasi & UKM No. 11/Per/M.Kum/XII tentang Norma Standar, Prosedur dan Kriteria Penyelenggaraan Inkubator wirausaha, sejak 01 Juni 2015 Cilegon telah resmi memiliki pusat inkubator.

Direktur PIWKU Laura Irawati mengatakan, terbentuknya PIWKU berasal dari obrolan dari media sosial yang membahas tidak adanya produk unggulan UMKM khas Kota Cilegon. Rencana pembentukan PIWKU ini kemudian bisa terealisasi setelah pihak Disperindagkop Kota Cilegon memberikan dukungan terhadap pembentukan PIWKU.

“Inisiasi terbentukanya PIWKU yang oleh pemerintah daerah harus kami apresiasi. Biasanya PIWKU itu diinisiasi oleh perguruan tinggi, namun di Cilegon bisa dikatakan satu-satunya daerah yang melibatkan pemerintah daerah yang bekerjasama dengan pengusaha yaitu Kadin Cilegon dan peran serta akademisi dalam memberikan bimbingan kepada anggota kami,” kata Laura.

Adapun anggota PIWKU, disebutkan Laura ada sebanyak 4.000 pelaku UMKM yang terdaftar di Disperindagkop. Ke depan pihaknya akan terus memberikan bimbingan kepada anggotanya, yaitu dengan adanya klinik bimbingan kepada pelaku UMKM yang kurang berkembang sehingga menjadi aktif dan produktif.

“Dalam klinik ini, kami akan mengobati pelaku wirausaha yang kurang berkembang hingga menuai kesuksesan menjalankan usahanya. Penjualan produk UMKM juga akan memanfaatkan showroom dan media online untuk mempromosikan. Langkah setrategis ini dilakukan untuk menyiapkan pelaku UMKM dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean dan menjadi kuat di antara negara-negaras Asean,” kata Laura.

Sekretaris Daerah Kota Cilegon Abdul Hakim Lubis yang membuka acara ini mengapresiasi terbentuknya PIWKU. Menurut Lubis, PIWKU dapat meningkatkan pengembangan sektor wirausaha dan UMKM di Kota Cilegon.

“Keberadaan wirausaha dan UMKM sangatlah penting dalam upaya menggerakkan roda perekonomian, agar selalu berjalan secara dinamis dan produktif.” Tuturnya.

Lubis mengingatkan bahwa sektor wirausaha dan UKM mengutamakan aspek kemandirian, sehingga mampu bertahan lebih kuat ketika harus menghadapi tantangan dari faktor-faktor eksternal, seperti depresiasi nilai mata uang maupun ketergantungan terhadap bahan baku import.

“Memperhatikan pentingnya pengembangan sektor wirausaha dan UMKM. Keberadaan PIWKU akan menjadi penting karena pada tanggal 31 Desember 2015 mendatang kita akan sama-sama memasuki Masyarakat Ekonomi Asean dimana kawasan perdagangan akan menjadi luas dan tanpa batas,” kata Lubis. (*)