Settia

Program Bantuan Mesin Jahit untuk UKM di Kelurahan Bendungan, Diduga Ada Praktik Pungli

BERBAGI

CILEGON, BCO – Program pelatihan dan bantuan mesin jahit dari Pemerintah Pusat atau Kementerian Koperasi dan UKM RI kepada kelompok UKM penjahit di Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon, diwarnai dugaan praktik pungli (pungutan liar) yang dilakukan oleh oknum di instansi kelurahan tersebut.

Menurut kabar yang diterima BCO, pelaku pungli dari unsur BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) sebagai lembaga di kelurahan yang menyalurkan bantuan.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, dugaan pungli ini berupa meminta uang kepada setiap pelaku UKM sasaran penerima bantuan mesin yang dipatok Rp 200.000.

Setelah dilakukan penelusuran kepada penerima bantuan mesin jahit, hal ini dibenarkan oleh salah satu pelaku UKM yang menerima bantuan mesin jahit tersebut.

“Iya kang saya dimintai uang 200 ribu rupiah sama orang BKM, katanya sih buat biaya kirim, pasang, operasional gitulah, tapi kenapa harus ditarget segitu ya?,” ujar pelaku UKM tersebut, Sabtu 26 November 2016.

Settia

Selain dugaan pungli, penyaluran bantuan ini juga dianggap kurang tepat sasaran, karena ada beberapa pelaku UKM yang kondisinya membutuhkan bantuan mesin namun tidak menerima bantuan, sementara pelaku UKM yang sudah maju usahanya, masih menerima bantuan dari pemerintah.

Sebagaimana diungkapkan Tobari pelaku UKM, warga Bendungan yang mengeluhkan program bantuan ini.

“Didata mah iya sudah dua kali, ada bantuan mah gak dapat, yang sudah maju usahanya malah dapat bantuan. Dan dari dulu yang dapat bantuan mesin selalu di Kampung Palas, kampung lainnya mah kaya dianak tirikan,” keluhnya. (*)