Settia

PT Wilmar dan Warga Berebut Tanah 12 Hektar di Desa Teluk Terate

BERBAGI

CILEGON, BCO – Puluhan orang melakukan pemasangan paksa plang atas kepemilikan tanah seluas 12 hektar yang saat ini sedang dalam pengerjaan proyek PT Wilmar, Minggu 22 Nopember 2015. Tanah seluas 12 hektar tersebut berada di Desa Teluk Terate, Kecamatan Keramat Watu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, itu dinyatakan oleh puluhan orang tersebut hak kepemilikannya milik H Muhamad bin H Abdullah (almarhum) atas Putusan Pengadilan Negeri Serang NO 03/PID.R/2013/PN.SRG.

Muhtar, selaku pemegang kuasa tanah tersebut dari keluarga ahli waris H Muhamad bin H Abdullah (almarhum) mengatakan, sengeketa tanah tersebut bermula saat PT Wilmar mengklaim telah membeli tanah tersebut dari PT Jababeka. Sengeketa tanah tersebut telah terjadi dari tahun 2013 lalu.

“Kita sudah beberapa kali mediasi dengan PT Wilmar dan PT Jababeka. Namun PT Wilmar jawabannya tanah ini dapat beli dari PT Jababeka. Tapi sampai saat ini PT. Wilmar tidak bisa menunjukan bukti-bukti kepemilikannya kepada kita,” katanya.

Diungkapkan Muhtar, ia akan memperjuangkan tanahnya itu sampai darah penghabisan, kerena ia mengaku tanah itu memang haknya yang sesuai dengan bukti yg ada. Baik juga berdasarkan SPPT PBB dari ahli waris yang telah ditanda tangani oleh lurah dan camat setempat.

“Harapan saya tanah ini bisa diselesaikan dengan baik oleh PT Wilmar dan PT Jababeka, karena ahli waris tidak pernah menjual tanah ini dan menerima uangnya. Tapi jika memang tanah ini nantinya telah diselesaikan dengan baik-baik, maka saya berjanji kita tidak akan menginjak tanah ini kembali,” katanya.

Settia

Sementara ini, baik pihak PT. Wilmar maupun PT. Jababeka belum dapat ditemui atau diminta keterangan oleh wartawan atas sengketa tanah tersebut. (*)