Settia

Puncak Peringatan Tahun Baru Islam 1438 Hijriyah di Kebondalem, Diisi Ceramah Agama dan Santunan Yatim

BERBAGI

CILEGON, BCO – Memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1438 Hijriyah, masyarakat lingkungan Kebondalem, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, menggelar acara puncaknya dengan santunan anak yatim dan juga ceramah agama di halaman Masjid Jami Al-Falah, Sabtu malam 22 Oktober 2016.

Ketua Panitia Pelaksana Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) 1 Muharram 1438 Hijriyah di Kebondalem, Nazrudin dalam sambutannya mengatakan, ceramah agama menghadirkan ulama asal Manado, Habib Bahar.

Selain itu, panitia pelaksana juga telah menggelar pawai ta’aruf yang diikuti oleh ibu-ibu majelis ta’lim dan juga generasi muda di Lingkungan Kebondalem.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung terlaksananya acara dan juga para donatur yang menyumbangkan dananya untuk santunan anak yatim dan terlaksananya acara peringatan Muharram ini. Sehingga masyarakat Kebondalem dapat berkumpul dan saling bersilaturahmi di Masjid Jami Al-Falah,” katanya.

PHBI 1 Muharram 1438 Hijriyah di Kebondalem kali ini mengusung tema ‘Kita Aktualisasikan Semangat Muharram untuk Sambung Hati kepada Rasulullah Muhammad SAW Melalui Kepedulian Anak Yatim’. Turut hadir juga dari unsur Pemkot Cilegon Asisten Daerah II Tatang Muftadi, Ketua PCNU Kota Cilegon Hifdulloh, dan juga Anggota DPRD Kota Cilegon Rahmatulloh.

Ketua DKM Masjid Jami Al-Falah, Yusuf Effendi, dalam sambutannya mengaku sangat bangga terhadap masyarakat Kebondalem yang masih sangat peduli kepada anak yatim yang ada di lingkungan sekitarnya.

Yusuf juga berharap, peran serta masyarakat lebih ditingkatkan dalam memberikan perhatiannya terutama kepada anak yatim dan kaum dhuafa.

“Walaupun pelaksanaannya mundur, tapi kami sangat berbahagia karena dapat melaksanakan acara ini, berkat kerjasama seluruh unsur masyarakat di sekitar lingkungan Masjid Jami Al-Falah Kebondalem. Kami bersepakat untuk meningkatkan peran serta masyarakat. Kita sebagai umat muslim mempunyai tanggung jawab kepada anak yatim dan kaum dhuafa,” katanya.

Sementara itu, Asda II Pemerintah Kota Cilegon, Tatang Muftadi, mengatakan, Pemkot Cilegon sangat mendukung dengan dilaksanakannya kegiatan keagamaan yang diinisiasj oleh masyarakat.

Settia

Namun, Tatang berharap kegiatan keagamaan seperti ini kedepannya jangan hanya dijadikan sebagai acara ceremonial saja, melainkan dapat membangun mental dan spiritual yang baik di masyarakat.

“Mudah-mudahan, acara seperti ini tidak dijadikan ceremonial belaka, tapi jadikan makna untuk kehidupan yang lebih berarti. Kegiatan seperti ini terus ditopang oleh masyarakat dan di dukung oleh Pemerintah Kota Cilegon. Sebagai orang Cilegon, saya juga sangat bangga dan senang, saya bangga masyarakat Cilegon yang terus menggelorakan kegiatan keagamaan untuk pembangunan mental dan spiritual di masyarakat,” ujarnya. (*)