Settia

Rekrutmen Karyawan Nippon Steel Tak Ada Prioritas SDM Lokal

BERBAGI

CILEGON, BCO – PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) saat ini sedang memulai rekrutmen karyawan tahap 1 (satu) dengan jumlah kebutuhan awal ini sebanyak 43 orang.

Namun proses rekrutmen yang dilakukan PT KNSS kali ini mendapatkan protes keras dari elemen masyarakat Kota Cilegon. Pasalnya, selain proses rekrutmen yang tidak mengindahkan potensi lokal, pihak manajemen perusahaan juga dalam penerimaan karyawan kali ini juga tidak mau berkomitmen untuk memprioritaskan SDM lokal dari Kota Cilegon.

Persatuan Masyarakat Asli Gusuran (PMAG) Kota Cilegon mengungkapkan hal tersebut, saat hearing dengan Komisi II DPRD Cilegon, Dinas Tenaga Kerja, dan Direksi PT KNSS.

“Kenapa Nippon Steel ini melakukan tes penerimaan karyawan harus di luar Kota Cilegon, seperti di Jogja, Jakarta, Bandung, dan Surabaya? Padahal perguruan tinggi kita yang ada di Cilegon dan Banten saja sudah cukup melimpah SDM yang berkualitas. Kalau prosesnya begini, jelas Nippon Steel tidak memprioritaskan SDM lokal,” tegas Ustadz Sunardi saat hearing Kamis kemarin, 4 November 2015.

Selama hearing yang diikuti puluhan orang dari unsur PMAG dan sejumlah elemen itu, para aktifis benar-benar mengungkapkan kekecewaannya dengan melayangkan kalimat-kalimat hujatan kepada direksi Nippon Steel yang hadir.

“Pa Direktur, singkatan dari PT KNSS itu apa? Kalau menurut kami, KNSS itu Krakatau Nippon Singkirkan Si Miskin,” kecam Farid yang ditujukan pada Joko Mulyono, Direktur SDM dan Umum PT KNSS yang hadir dalam hearing tersebut.

Sementara tuntutan masyarakat agar proses rekrutmen PT KNSS kali ini bisa memberikan kuota prioritas untuk SDM lokal, hingga hearing berakhir tetap saja tidak bisa diakomodir oleh perusahaan.

Direktur SDM dan Umum PT Nippon Steel, Joko Mulyono, usai hearing menjelaskan kepada wartawan bahwa pihaknya tetap tidak akan memberikan kuota prioritas untuk SDM lokal dalam rekrutmen kali ini.

“Tahap pertama ini, kami ingin mencari putra putri terbaik bangsa Indonesia. Karena ini high technology, kita diawal tidak bisa kasih kuota khusus untuk lokal. Semuanya harus mengikuti seleksi dan berkompetisi melalui tes yang diselenggarakan. Yang jelas, proses seleksi akan sangat objektif dan Nippon Steel memberi kesempatan kepada putra-putri terbaik dan berprestasi kelahiran Kota Cilegon, baik yang study di Cilegon maupun di perguruan tinggi di luar daerah,” ujar Joko.

“Hasilnya, 43 orang yang terbaik akan direkrut dan nantinya akan mengikuti training di Jepang untuk transfer teknologi dan transfer knowledge,” imbuh Joko.

Diketahui, rekrutmen tahap 1 PT KNSS ini diperuntukan bagi yang berkualifikasi Sarjana dan Diploma 3, dalam rangka memenuhi kebutuhan karyawan tingkat engineer dan foreman.

Sedangkan Kepala Disnaker Kota Cilegon Erwin Harahap, memberikan solusi jalan tengah agar PT KNSS bisa memprioritaskan SDM lokal terutama dalam mengikuti tahapan seleksi dan tes.

“Saya rasa dalam tolak ukur rekrutmen kali ini, sebaiknya ada kebijakan khusus untuk SDM lokal, jadi seperti syarat IP (indeks prestasi) pelamar itu jangan disama rata kan antara lulusan perguruan tinggi luar dan perguruan tinggi dari Cilegon. Untuk mengakomodir SDM lokal, untuk syarat IP dari lokal harus lebih rendah dari pelamar di luar daerah,” jelas Erwin.

Usulan dari Erwin ini yang akhirnya bisa diterima oleh manajemen PT KNSS, sementara pihak masyarakat masih tetap bersikeras harus ada prioritas khusus bagi SDM lokal Kota Cilegon. (*)

Settia