Settia

RSIA Kurnia Tolak Pasien BPJS yang Mau Periksa Kehamilan

BERBAGI

CILEGON, BCO – Pelayanan buruk BPJS Kesehatan yang ada di Kota Cilegon, khususnya Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kurnia dikeluhkan oleh masyarakat. Keluhan tersebut disebabkan adanya penolakan dari RSIA Kurnia terhadap pemeriksaan kehamilan pasien, sehingga mengancam keselamatan ibu dan calon bayi tersebut.

Jumat 8 April 2016, salah seorang suami bersama istrinya, yang terdaftar di kepesertaan BPJS Kesehatan datang ke RSIA Kurnia untuk melakukan pemeriksaan. Atas rujukan dokter di klinik Fasilitas Kesehatan (Faskes) 1, warga tersebut mengaku saat itu istrinya mengeluh sakit, namun bukan pelayanan yang didapat pihak RSIA Kurnia ternyata menolak rujukan tersebut.

Menurut pengakuan sang suami, pihak RSIA Kurnia menolak istrinya karena belum genap satu bulan melakukan pemeriksaan kehamilan di rumah sakit tersebut.

“Istri saya ditolak berobat ke salah satu rumah sakit swasta di Cilegon lantaran istri saya berobat terakhir tanggal 30 Maret lalu dan disuruh menunggu satu bulan kemudian untuk bisa berobat di RS tersebut,” ujar pria yang enggan disebutkan namanya ini.

Sang suami mengaku, permintaan pemeriksaan kehamilan terhadap istrinya itu setelah mendapatkan surat rujukan dari klinik.

“Padahal istri saya sudah mendapatkan surat rujukan dari klinik yang dituju dari perusahaan istri saya bekerja. Petugas mereka (RSIA Kurnia – red) berdalih (penolakan) itu sesuai peraturan dari BPJS,” jelasnya lagi.

Ia mengaku kecewa dengan layanan BPJS yang tidak jelas dan sikap petugas rumah sakit yang tidak responsif terhadap masalah kesehatan masyarakat.

Menurutnya, surat rujukan dari klinik yang diberikan kepada istrinya tidak berlaku, jika waktu pemeriksaan tidak sesuai jadwal, dan ketentuan ini dinilai tidak masuk akal karena mana mungkin pemeriksaan orang sakit harus menunggu jadwal.

“Jadi buat apa gaji istri saya dari perusahaannya dipotong setiap bulan untuk BPJS, jika tidak mendapatkan haknya,” kecam warga asal Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan itu. (*)

Settia