Settia

RSUD Perbolehkan Bayi Telantar Pulang, LPA Menilai Polres Cilegon Lamban

BERBAGI

CILEGON, BCO – Pihak RSUD Kota Cilegon sudah memperbolehkan Kasih Aprelia Putri, bayi berusia 4 bulan untuk pulang, Rabu 12 Agustus 2015, setelah melalui perawatan intensif di ruang ICU selama 16 hari. Ini karena Kasih disebutkan sudah sehat.

Orangtua asuh bayi telantar, Safrudin mengaku lega setelah melewati masa kritis yang dialami Kasih. Meski pun bukan anak kandungnya, Safrudin dan istri dengan setia bergantian menjaga Kasih di rumah sakit.

Settia

“Alhamdulillah, berkat bantuan dan doa banyak pihak, dari LPA Cilegon, anggota DPRD Cilegon, sampai santunan dari wartawan Cilegon, kini kesehatan dedek Kasih sudah lebih baik dan diperbolehkan pulang,” kata Safrudin, warga Anyer, Kabupaten Serang, seorang buruh kebun di sebuh hotel Pantai Anyer.

Meski pun Kasih mengalami banyak masalah kesehatan dan cacat fisik, Safrudin ikhlas untuk mengadopsi bayi yang mengalami penganiayaan oleh orangtua kandungnya. Bahkan kini Safrudin sedang mengurus berkas perizinan adopsi Kasih agar dinyatakan sah berdasarkan hukum.

Sementara itu, Ketua LPA Cilegon Puji Rahayu, mendesak Polres Cilegon segera mengusut kasus penelantaran anak tersebut dan mencari orangtua kandung Kasih yang diduga melakukan penganiyayaan terhadap Kasih. Puji menilai, pihak kepolisian lamban tangani kasus penganiayaan Kasih.

“Kasus ini sudah berlangsung lama tapi tidak ada tindak lanjutnya. Bahkan ketika saya tanya ke pihak PPA Polres Cilegon, katanya belum ada pelimpahan dari Polsek Anyer. Tapi ketika konfirmasi ke pihak Polsek Anyer, katanya berkas sudah dilimpahkan ke PPA Polres Cilegon. Inikan memusingkan kita, mana yang benar?” kata Puji.

Ketika Berita Cilegon Online (BCO) hendak mengkonfirmasi kasus ini, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cilegon tidak ada di ruang kerjanya. Anggota lainnya pun tidak ada yang bersedia dimintai keterangan. (*)