Settia

Sering Menjual ke Pelajar, Dua Pelaku Pengedar Obat Keras di Cilegon Diringkus Ditpolairud Polda Banten

BERBAGI
Ditpolairud Polda Banten meringkus dua pengedar obat keras/ Foto: Istimewa

MERAK, BCO – Dua orang pelaku pengedar obat-obatan keras yang berinisial M dan RC dibekuk jajaran Ditpolairud Polda Banten di dua lokasi berbeda. Yang masing – masing ditangkap di Pelabuhan Indah Kiat dan area Pantai Anyer.

Dari hasil penangkapan tersebut petugas mendapati ribuan butir obat-obatan sebagai barang bukti berbagai jenis dan merk, serta uang senilai Rp. 3.123.000.00

Kepala Sub Direktorat Penegak Hukum Polairud Polda Banten, Akbp. Agus Yulianto mengungkapkan. Penangkapan tersebut berdasarkan laporan masyarakat yang resah lantaran maraknya peredaran obat-obatan dikalangan remaja maupun pelajar. “Pada tanggal 21 agustus 2019 tertangkaplah rc di pelabuhan indah kiat sedang melakukan transaksi, dengan barang bukti 70 butir tramadol, 29 butir obat mertopham, serta 31 bungkus plastik yang masing-masing berisi 3 butir obat berwarna putih dengan jumlah 96 butir,” ungkapnya. Senin, 26 Agustus 2019.

Sementara berdasarkan hasil pengembangan, petugas juga menangkap M pada tanggal 24 Agustus 2019 yang beroperasi di sekitar pantai anyer. Dari tangan pelaku, petugas menyita sejumlah barang bukti lainnya. Yakni, 12 strip yang masing-masing berisi 10 butir dengan merk trihexyphenidyl, tramadol, 1000 butir exymer, dan barang bukti uang jutaan rupiah.

Disisi lain, salah seorang tersangka berinisial RC yang juga mempunyai toko kosmetik dan baru berjualan tiga minggu ini mengaku, mendapatkan obat-obatan tersebut dari sales yang menawarinya dan diperjual belikan dalam bentuk paket seharga Rp. 15.000.00 berisi 3 butir obat merk tramadol. Dari hasil penjualan tersebut, ia mampu mengantongi keuntungan Rp. 6.000.00 per paket yang dijualnya. “Dari sales yang nawarin, dijual perpaket isi 3 butir tramadol, kebanyakan yang beli pelajar dan pekerja,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya tersebut, kedua tersangka pelaku pengedar obat keras yang sering memperjual belikan kepada pelajar dan pekerja tanpa resep dokter ini, dikenakan pasal 196 Undang-Undang Kesehatan dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun. []

Settia