Stok Minim, Harga Daging Sapi di Pasar Cilegon Meroket

BERBAGI

CILEGON, BCO – Memasuki awal tahun 2016, harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Cilegon terus mengalami kenaikan. Harga daging pada November lalu yang hanya berkisar Rp 80.000 per kilogram, namun di awal Januari ini harga daging sapi merangkak naik hingga menjadi Rp 120.000 per kilogram.

Udin, salah seorang penjual daging sapi di Pasar Blok F, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, mengatakan, hingga saat ini harga daging sapi masih belum stabil dan cenderung terus mengalami kenaikan.

“Kalau daging murni itu harganya Rp 120 ribu, tapi kalau daging campuran bisa jual dengan harga Rp 100 ribu – Rp 110 ribu per kilogramnya. Biasanya kalau daging murni itu untuk dijadikan rendang,” ungkap Udin saat ditemui Rabu, 13 Januari 2016.

Menurut Udin, kenaikan harga daging sapi kali ini semakin menyulitkan para pedagang. Terlebih lagi, kenaikan harga daging yang terjadi secara terus-menerus mulai sejak libur Natal, Maulid Nabi, dan Tahun Baru 2016.

“Jika harga eceran daging sapi dinaikkan maka akan membebani konsumsen. Jika tidak dinaikkan harganya, kita pedagang untung tipis bahkan bisa rugi,” keluhnya.

Hal serupa disampaikan Husnul Yakin, penjual daging sapi di Pasar Kranggot. Dikatakan, penyebab kenaikan harga daging sapi kali ini dikarenakan pasokan yang minim dan harga yang tinggi dari produsen ataupun Rumah Potong Hewan (RPH).

“Kita beli daging masih tinggi. Kita hanya mengambil untung sebesar Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu. Sebab kalau terlalu tinggi, masyarakat juga gak mau beli. Untuk harga sekarang saja, pembeli banyak yang mengeluh. Harganya masih tinggi, soalnya kita beli dari RPHnya tinggi, alasannya stok sapi masih belum maksimal, jadi dari sananya juga tinggi,” jelas Husnul.

Salah seorang konsumen, Mukmin, yang ditemui di pasar juga mengeluhkan kenaikan harga daging sapi yang telah membuat pengeluaran semakin besar. Sebab, beberapa harga kebutuhan pokok juga jadi ikut naik, seperti daging ayam, cabai, bawang merah, telur ayam, hingga tempe dan tahu.

“Iya daging masih mahal, paling kalau untuk sekarang beli daging campuran, yang harganya masih murah, kalau daging murni kemahalan,” katanya. (*)