Settia

Tak Ada Korban Jiwa, Banjir di Anyer Mulai Surut

BERBAGI

ANYER, BCO – Hingga Rabu pagi 27 Juli 2016, kondisi banjir yang merendam sejumlah titik di wilayah Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, baru mulai berangsur-angsur surut.

Selasa malam tadi, warga masih mengungsi dan meninggalkan rumahnya. Namun pagi ini, nampak warga mulai melakukan bersih-bersih dan berbenah barang-barang yang sebelumnya di keluarkan. Wilayah banjir yang paling lama dan terparah terutama dialami warga Kampung Gudang Kopi dan Pegadungan, yang area rumahnya berada di sepanjang bekas jalur rel kereta api. Ketinggian air pertama kali bahkan mencapai 1,5 meter.

Eko Santoso, warga sekitar mengungkapkan, masih ada sebagian rumah di wilayahnya yang belum surut total. Semoga siang ini air sudah mengalir ke laut dan masyarakat mulai bisa bersih-bersih.

“Pagi ini kami mulai bersih-bersih dan berbenah. Alhamdulillah mulai surur airnya,” ujar Eko kepada BCO, Rabu 27 Juli 2016.

Sementara untuk bantuan bagi para korban banjir, Eko mengaku bersyukur sudah banyak pihak yang peduli mau menengok dan mengulurkan bantuan.

“Alhamdulillah bantuan meskipun dirasa masih kurang, tapi sudah banyak yang peduli. Kami bersyukur saja, pemerintah, industri, bahkan politisi dan calon gubernur juga membantu. Kami mohon didoakan juga agar bisa mengatasi musibah ini,” ujar Eko.

Sementara Sekretaris BPBD Kabupaten Serang, Deni Firdaus, mengungkapkan, bencana yang menimpa wilayah Anyer, Mancak, dan Cinangka, tidak menimbulkan korban jiwa.

“Korban jiwa tidak ada, hanya ada masyarakat yang luka-luka,” katanya.

Settia

Pihaknya mengaku masih mendata jumlah kerusakan fisik dan kerugian materil yang dialami oleh warga korban banjir bandang dan longsor di wilayah Kabupaten Serang yang terjadi sejak Senin dinihari 25 Juli 2016. (*)