Settia

Tempat Hiburan Pakai Bahu Jalan Protokol Cilegon untuk Parkir Kendaraan Pengunjung

BERBAGI

CILEGON, BCO – Saat kita melewati kawasan Simpang Tiga atau lebih tepatnya di salah satu tempat hiburan, mungkin mata kita akan melihat pemandangan yang kontras oleh banyaknya kendaraan roda dua yang terparkir bebas menempati bahu Jalan Protokol Kota Cilegon.

Padahal sesuai aturan, fasilitas parkir di badan jalan hanya dapat diselenggarakan di tempat tertentu pada jalan kabupaten, jalan desa, atau jalan kota yang harus dinyatakan dengan rambu lalu lintas, dan/atau marka jalan. Sedangkan Jalan Nasional atau Jalan Protokol seharusnya bebas dari aktifitas perparkiran kendaraan.

Pada dasarnya setiap orang dilarang memanfaatkan ruang jalan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan, kecuali selain dalam keadaan darurat.

Dalam penelusuran BCO hampir setiap malam pada pekan ini, kita terfokus pada tempat hiburan Billyard bernama S (Sandy) yang berlokasi tepat di depan Hotel dan Tempat Hiburan Dinasty X3, Simpang 3 Cilegon. Kita secara jelas bisa melihat belasan kendaraan roda dua yang terparkir bebas di bahu Jalan Protokol tersebut.

Ketika dikonfirmasi terkait aktivitas parkir di tempat usahanya tersebut, pihak manajemen Billyard S beralasan bahwa untuk pengelolaan parkir sudah diserahkan kepada pihak lain.

“Pihak manajemen tidak ada urusan dengan parkir, karena pengelolaannya sudah sepenuhnya diserahkan kepada Kang His, katanya sih jawara orang sini kang, coba saja temui langsung di parkiran,” kata Parjo kepada BCO, Sabtu 31 Desember 2016.

Sementara saat ditemui dan ditanyakan tentang aktivitas parkir yang dikelolanya memanfaatkan bahu Jalan Protokol yang dilarang karena mengganggu dan bisa membahayakan ini, Hisbullah hanya menjawab singkat.

“Disini aman-aman saja tuh selama ini ga ada yang nabrak,” ujarnya santai.

Dan ketika disinggung perihal retribusi parkir di lahan parkir yang dikelolanya, Hisbullah mengatakan bahwa pihaknya selama ini rajin memberikan setoran kepada Dinas Perhubungan.

Settia

“Tiap hari juga setoran Rp 10.000 per ship, kita siang malam kang jadi dua ship. Orang Dishub yang datang kesini,” jelasnya. (*)