Settia

Tergusur Pembangunan Indsutri, Ribuan Warga Ciwandan Pindah ke Anyer

BERBAGI

CILEGON, BCO –¬†Dampak dari perluasan dan pertembuhan industri di wilayah Ciwandan secara otomatis menyingkirkan penduduk setempat. Ribuan warga Ciwandan Kota Cilegon yang tergusur kini terpaksa direlokasi di daerah Grogol Indah, Kecamatan Anyer, yang masuk wilayah Kabupaten Serang, Provinsi Bante .

Manajemen PT Pancapuri Abraham Sinatrawan mengatakan, akibat dampak perluasan jebol desa untuk area industri pihaknya sudah menyiapkan lahan di wilayah Warnasari, Citangkil, Kota Cilegon. Hanya saja warga Ciwandan memilih untuk berpindah ke daerah Anyer. Sehingga kini lahan tersebut dihibahkan ke Pemkot Cilegon untuk dijadikan ruang terbuka hijau.

“Wilayah di kampung Cilodrang, Panabuan dan Pasir Sereh jika dilihat dari perencanaan tata ruangnya itu sebagai wilayah industri. Lalu, adapun kita melakukan rencana merelokasi dengan memanfaatkan di daerah warnasari,” kata Abraham usai melakukan hearing terkait dampak lingkungan dengan warga Ciwandan di Ruang Rapat DPRD Kota Cilegon, Selasa 6 Mei 2015.

Abraham menyayangkan, warga kampung Sirih yang sudah dua tahun terakhir telah digusur justru lebih memilih tinggal di Grogol Indah Anyer. Disebutkan Abraham, sekitar 100 rumah di wilayah tersebut dan sisanya pindah ke daerah lain sesuai dengan keinginannya.

“Adapun saat ini pembebasan lahan dengan menyisahkan 6 warga Pasir Sereh dikarenakan adanya tuntun harga ganti rugi yang cukup besar, yaitu Rp5 juta/ meter untuk lahan seluas 8.000 meter. Ini naik 5 kali dari harga normal,” kata Abraham.

Perpindahan ribuan warga Ciwandan yang terkena gusuran perluasan dan pembangunan pabrik industri disesalkan politisi Partai Grindra Hasbi Sidiq. Dikatakannya, harusnya warga Ciwandan direlokasi masih di wilayah Cilegon.

“Inikan berarti ada eksedus perpindahan warga Ciwandan ke Anyer. Sayang sekali, padahal bisa saja dicari lokasi yang lebih baik di Kota Cilegon, tidak mesti nyeberang ke Anyer, Kabupaten Serang,” kata Hasbi yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon.

Akibat perpindahan warga tersebut, secara otomatis telah menghilangkan kearifan lokal yang telah ada di wilayah tersebut. Warga yang kini tinggal di Anyer juga kehilangan kebijakan-kebijakan program pemerintah kota Cilegon yang telah membantu kesejahteraan warganya.

“Jika pinda ke Anyer berarti harus ganti KTP, tidak lagi menjadi penduduk Kota Cilegon tapi harus ganti kabupaten serang. Ini kan cukup besar kehilangan warga Cilegon,” kata Hasbi.¬†(*)

Settia