Settia

Tertipu, 150 Warga Dijanjikan Kerja di PT Krakatau Nippon Steel Sumikin

BERBAGI

CILEGON, BCO – Sebanyak 153 orang dari berbagai wilayah di Kota Cilegon dan Kabupaten Serang tertipu oleh salah seorang oknum yang mengaku dapat memasukan kerja di PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) yang berada di Linkungan Krenceng, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Banten.

Salah seorang oknum berinisial MSH warga Lingkungan Kubar, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, diduga memberikan janji palsu para pencari kerja di PT KNSS dengan iming-iming bisa langsung masuk kerja dengan salah satu persyaratan membayar mahar sebesar Rp2.500.000 per orang.

Salah seorang pelapor yang merasa tertipu, Alda Suhatmayanti (19), warga Rt 04/Rw 02, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Anyar mengaku telah membayar mahar sebesar Rp2.500.000 kepada MSH dengan janji dimasukan kerja di PT KNSS. Namun demikian, Alda menjelaskan sudah berjalan hampir 5 bulan setelah membayar mahar tersebut dirinya tidak pernah dipanggil untuk mengikuti proses rekrutmen kerja di PT KNSS.

Karena merasa curiga, dirinya bersama dengan rekan lainnya yang merasa tertipu akhirnya melaporkan kasus ini ke Polsek Anyar.

“Saya membayar Rp2,5 juta ke MSH, tapi sampai saat ini saya juga belum bekerja akhirnya saya mengadukan hal ini ke Polsek Anyar dan langsung di teruskan ke Polres Cilegon,” katanya saat ditemui di ruang tunggu Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon, Senin 13 Februari 2017.

Senada dengan Alda, diduga korban penipuan lainnya bernama Didi Rinaldi (20) mengatakan, akibat diimingi imingi kerja di PT.KNSS dirinya rela menjual perhiasan maskawin agar bisa bekerja di perusahaan patungan milik PT KS dan Jepang tersebut.

Settia

“Tadi pagi sekira jam 7, saya dan teman-teman yang tertipu berkumpul di KBS (PT.Krakatau Bandar Samudra), tapi MSH tidak kunjung datang. Akhirnya kami melaporkan hal ini ke Polsek Anyar. Bayangkan Kang, agar saya diterima di KNSS saya rela menjual maskawin tapi nyatanya saya tertipu,” ungkapnya.

Sampai saat ini MSH sebagai pihak kedua yang bertanggung jawab, masih dimintai keterangan pihak penyidik Polres Cilegon. (*)