Settia

TIMPORA Bilang TKA Asal China Ilegal dan Tanpa Skill, Disnaker Cilegon Malah Membantah dan Belain Perusahaan

BERBAGI

CILEGON, BCO – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon sepertinya memiliki pendapat yang berbeda mengenai hasil sidak Tim Pengawas Orang Asing (TIMPORA) terhadap sejumlah perusahaan di Kota Cilegon, terutama terkait dengan tenaga kerja asal China di PT Indoferro yang tidak memiliki sertifikat skill sesuai dengan kemampuan di bidang industri.

Selain tidak memiliki skill yang sesuai di bidang industri, tenaga kerja asal negeri tirai bambu tersebut juga diketahui tidak memiliki Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT), atau berstatus illegal sesuai aturan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DKCS) Cilegon.

Namun Kepala Bidang Pengawasan Disnaker Kota Cilegon, Dudus Sujudi Maman, membantah berita tersebut dan memberikan pernyataan yang terkesan membela PT Indoferro dan para tenaga kerja asal China itu.

Dudus menegaskan, PT Indoferro selama ini tidak melanggar aturan apapun dalam penempatan tenaga kerja asing.

“Kewajiban perusahaan dalam penggunaan tenaga kerja asing menurut saya sudah legal. Dari hasil pertemuan dengan PT Indoferro tidak ada masalah apapun, mereka semua sudah memenuhi kewajibannya, KITAS dan IMTA sudah ada,” ujar Dudus saat ditemui BCO di ruang kerjanya, Jumat 8 Januari 2016.

“Untuk penanganan tenaga kerja asing, tidak pernah ada masalah. Pihak PT Indoferro sudah dapat membuktikan, bahkan mereka minta pembinaan kepada Disnaker,” jelas Dudus.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Cilegon, Erwin Harahap, nampaknya enggan untuk berkomentar terkait dengan adanya tenaga kerja asing yang tidak memiliki sertifikat skill di PT Indoferro.

Bahkan saat Redaksi BCO coba menemui, untuk meminta keterangan dari Kepala Disnaker Kota Cilegon terkait dengan hal tersebut, kendati berada di dalam ruang kerjanya, Erwin tetap enggan menemui.

Diketahui pada pemberitaan sebelumnya, Kepala Badan Kesbanglinmas, Suparman, selaku koordinator TIMPORA mengatakan, sebanyak 68 pekerja asing di PT Indoferro, selain illegal mereka juga tidak memiliki sertifikat skill sesuai bidang kerja industri. TIMPORA menilai manajemen PT Indoferro sudah melanggar peraturan pemerintah tentang penempatan tenaga kerja asing.

“Warga negara China yang berada di Kota Cilegon diprediksi masih sangat besar sekali yang belum kami data. Kami menemukan sample bahwa keberadaan warga negara China di sejumlah pabrik di Cilegon ternyata minim skill,” kata Suparman beberapa waktu lalu. (*)

Settia