Settia

Tingkatkan Potensi Wirausaha, PIWKU Siap Gaet UKM di Kota Cilegon

BERBAGI

CILEGON, BCO – Sebagai bentuk komitmen Pemkot Cilegon untuk meningkatkan potensi dan jumlah wirausaha Kota Cilegon, di bawah naungan Disperindagkop dibentuklah Pusat Inkubator Wirausaha dan Klinik Usaha Kecil dan Menengah atau yang disingkat PIWKU Kota Cilegon melalui SK Walikota Nomor 510.05/Kep.383-Disperindagkop/2015.

Dengan Payung hukum Peraturan Presiden (PP) No. 27 Tahun 2013 tentang Pengembangan Inkubator Wirausaha dan Kepmen Koperasi & UKM No. 11/Per/M.Kum/XII tentang Norma standar, prosedur dan Kriteria Penyelenggaraan Inkubator wirausaha, sejak 01 Juni 2015 Cilegon telah resmi memiliki Pusat Inkubator yang saat ini telah masuk pada proses pematangan lembaga dan sisdur didalamnya.

Dalam menjalankan programnya, PIWKU akan bekerjasama dengan perguruan tinggi di Banten, instansi-instansi pemerintah dari mulai kota sampai dengan pusat, lembaga swadaya, KADIN Kota Cilegon, dan perusahaan-perusahaan di wilayah Kota Cilegon sebagai bagian dari program pengembangan kemitraan industri guna membentuk wirausaha yang tangguh.

“Saat ini pembinaan UKM dinilai perlu dilakukan mulai dari hulu ke hilir, tidak hanya dari penyiapan bahan mentah produksi saja tapi juga pelatihan, pembinaan, motivasi usaha, sampai dengan pemasaran produknya. Pemerintah daerah, dalam hal ini Disperindagkop Kota Cilegon merasa perlu dibentuk sebuah lembaga yang nantinya dapat mensinergikan semua program pembinaan UKM tersebut untuk membentuk wirausaha yang tangguh,” kata Laura Irawati, Direktur PIWKU Kota Cilegon, saat diwawancara di acara Peringatan Hari Koperasi di Lapangan Sumampir, Kecamatan Purwakarta, Sabtu 31 Oktober 2015.

Menurut Laura, seluruh program yang dilaksanakan oleh PIWKU Kota Cilegon akan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan dengan seluruh aspek yang terkait dengan pengembangan UKM Kota Cilegon.

Salah satu kekuatan PIWKU bukan hanya terletak pada program-programnya saja, namun juga para pengurus didalamnya yang terdiri dari beberapa elemen masyarakat, yaitu para pengajar atau dosen di universitas, dunia industri, pemkot, termasuk di dalamnya para pengusaha dan entrepreneur pengiat UKM, seperti Laura dan Asep yang juga saat ini menjabat sebagai ketua Pawon Kota Cilegon.

Gabungan berbagai unsur berdasarkan Triple Helix Theory ini diharapkan akan mampu mensinergitaskan program-program UKM yang ada, baik dalam program UKM yang ada di pemerintahan kota cilegon maupun yang dilaksanakan oleh industri.

“Program utama PIWKU adalah sebagai inkubator wirausaha dimana kami akan melakukan seleksi dan pembinaan bagi anggota masyarakat terpilih (tenant) untuk dibina menjadi wirausaha dalam program pengembangan produk, konsultasi, dan pemasaran. Selain itu ada juga Klinik UKM, dalam Klinik UKM ini, para pelaku UKM yang telah bergerak dan mengalami kesulitan dalam usahanya akan diberikan bimbingan, nah kalau untuk program di Klinik UKM ini kami berikan pelatihan dan pendampingan sesuai dengan kesulitan yang dihadapi tenant, seperti pengembangan usaha, penelitian, gagasan, alih teknologi produk sehingga tahan lama, packaging.

Dalam akhir pendampingan kami memiliki target untuk menghubungkan tenant dengan program dan jaringan pemasaran baik di wilayah Kota Cilegon, Provinsi, nasional bahkan kalau produknya memungkinkan akan kami bawa sampai tingkat internasional,” ujar Laura.

Paparan yang disampaikan Laura sesuai dengan visi misi yang diemban PIWKU Kota Cilegon sebagai berikut:

– Visi : Menjadi lembaga inkubator bisnis, klinik dan pemasaran yang innovatif dan profesional serta menjadi pelopor dalam pengembangan kewirausahaan bagi pelaku usaha di bidang perkoperasian, usaha mikro, kecil, dan menengah.

– Misi : 1. Mitra bagi pengembang penelitian, gagasan, alih teknologi, solusi persoalan SDM dalam jaringan kewirausahaan dan UKM di Kota Cilegon melalui program Konsultasi dan pendampingan.

2. Membangun jaringan kewirausahaan, permodalan, dan pemasaran produk UKM Kota Cilegon.

Settia

3. Meningkatkan kuantitas dan kualitas organisasi dan SDM pelaku usaha di bidang perkoperasian, usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menjadi kekuatan ekonomi Kota Cilegon yang kokoh.

4. Mengembangkan usaha di bidang perekonomian, usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan anggota dan masyarakat.

5. Menjalin kemitraan dengan perusahaan dan lembaga-lembaga yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan SDM.

Dalam pameran yang diikuti oleh para pelaku usaha baik Koperasi dan UKM ini, stand PIWKU cukup menyedot perhatian masyarakat yang hadir. “Iya nih, salah satu pengurus, bapak Agus Patria kebetulan salah satu pelaku UKM di industri kreatif, jadi salah satu hasil kreasinya, alat musik Bambu Petik yang pernah mendaptakan penghargaan dari bapak SBY ditampilkan di sini, masyarakat jadi tertarik dan berhenti untuk mendengarkan,” katanya menerangkan.

Ketika ditanya terkait dengan bagaimana animo para pelaku usaha terhadap program PIWKU, Laura mengatakan masih harus terus melakukan sosialisasi agar masyarakat lebih mengenal PIWKU.

“Ini memang menjadi PR kami ke depan untuk melakukan sosialisasi dan menyebarkan informasi mengenai fasilitas baru pembinaan UKM yang disediakan oleh Pemkot Kota Cilegon karena masyarakat banyak yang tidak tahu mengenai keberadaan PIWKU, dan ini sangat dimaklumi karena kami baru 2 minggu menempati kantor kami. Setelah nantinya melalui tahapan yang ada di PIWKU, diharapkan tenant yang kami bina ini sudah memiliki produk jadi yang siap dipasarkan. Masalah pemasaran yang seringkali menjadi kendala akan PIWKU bantu pecahkan, salah satunya dengan membantu jaringan dan sistem pemasaran yang strategis untuk meningkatkan penjualan produk UKM tidak hanya dengan cara konvensional, tetapi bisa dilakukan secara online melalui internet dan media sosial,” kata Laura sambil mengajak masyarakat untuk datang dan mendaftarkan dirinya di stand pameran atau juga dapat langsung datang ke kantor PIWKU di Jalan Lingkar Selatan. (*)