Settia

Tuntut Lampu Merah Damkar Diperbaiki, IMC Mediasi Dengan Dishub Cilegon

BERBAGI

CILEGON, BCO – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) melakukan mediasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon dengan memberikan tuntutan agar pihak Dishub segera menyelesaikan kerusakan traffic ligh yang berada di wilayah Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Jumat 28 Agustus 2015.

Dalam mediasi yang berlangsung di ruang kantor Dishub Kota Cilegon, IMC menilai Dishub Cilegon kurang memperhatikan traffic ligh yang telah lama tidak berfungsi sehingga berakibat menimbulkan kecelakaan beruntun yang merenggut nyawa seorang Dosen mereka (Dr Sohari-Red).

Ketua Bidang Advokasi dan Aksi PP IMC Chaerul Hidayat mengatakan, mediasi yang dilakukan ini untuk meminta pihak Dishub agar segera melakukan perbaikan tidak berfungsinya lampu merah diperempatan Grogol. Hal tersebut bertujuan agar Kecelakaan pada beberapa hari lalu tidak sampai terjadi lagi.

“Saya sungguh miris, sudah lama lampu merah itu rusak, tapi tetap saja didiamkan sampai salah satu dosen saya menjadi korban. Maka itu sekarang kami meminta Dishub untuk menandatangani selembar kertas yang berisi tuntutan kami yang berisi Dishub harus terus berkordinasi untuk memperbaiki traffic ligh dan meningkatkan pengawasan kelayakan kendaraan,” ujar Mahasiswa IAIN itu.

Menanggapi aspirasi sejumlah mahasiswa tersebut, Sekretaris Dishub Kota Cilegon, Heri Suheri mengaku telah berkomunikasi dengan Dishub Provinsi Banten untuk memperbaiki kerusakan traffic ligh tersebut.

“Kami sudah melaporkan berkali-kali kepada Dishub Provinsi terakhir pada 26 Agustus setelah peristiwa kecelakaan itu. Beberapa waktu lalu Dishub Provinsi juga pernah melakukan survei tapi belum ada kelanjutan untuk perbaikan lampu merah tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Heri menolak untuk menandatangani tuntutan tersebut karena terdapat kata-kata Dishub telah lalai. Ia juga mengungkapkan, pengecekan kelayakan kendaraan pada tronton yang menyebabkan kecelakaan itu bukan kewenangan Dishub Kota Cilegon.

“Plat mobil yang tronton kemarin merupakan plat mobil Bandung, jadi bukan kewenangan kami,” katanya. (*)

Settia