Settia

2018, Dinkes Cilegon Temukan 45 Kasus Penyebaran HIV/AIDS Akibat Homoseksual

BERBAGI
Dinas Kesehatan sedang melakukan sosialisasi Hiv/Aids

CILEGON, BCO – Penyebaran penyakit seks menular HIV dan AIDS di Kota Cilegon meningkat tajam. Peningkatan tersebut, terbanyak diakibatkan perilaku seks menyimpang khususnya lelaki seks lelaki (LSL) atau homoseksual.

“Sebetulnya hubungan seksual menjadi salah satu penyebab tingginya penyebaran HIV/AIDS ini, tetapi peningkatan signifikan adalah penemuan kasus pada LSL, karena pada 2017 hanya 37 kasus, sementera di 2018 naik menjadi 45 kasus,” ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Cilegon drg. Niniek Harsini, usai sosialisasi HIV dan AIDS, di aula Dinkes Kota Cilegon, Rabu 3 Juli 2019.

Ia menuturkan, berdasarkan data yang ada Dinkes Kota Cilegon jumlah kasus HIV dan AIDS sejak 2005 hingga Mei 2019 mencapai 788 kasus, dan 228 di antaranya meninggal dunia. Melihat data di atas tentu perlu perhatian semua pihak, tidak hanya tenaga kesehatan melainkan seluruh unsur lapisan masyarakat Kota Cilegon.

Dari delapan kecamatan yang ada di Kota Cilegon, kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Pulomerak yang mencapai 142 kasus, Jombang 111, Citangkil 82, Purwakarta 79, Cilegon 68, Grogol 54, Cibeber 49, Ciwandan 29, Luar wilayah 151, dan tidak diketahui 23 kasus.

“Sampai saat ini datanya memang terbesar darisana, tetapi kita tidak bisa menjudge apa-apa, hanya saja kita perlu tahu disana ada pelabuhan, terminal, stasiun dan eks angka nila, sementara di kecamatan lain mungkin saja belum ketemu. Yang jelas semua rata seluruh kecamatan di Kota Cilegon ada,” tuturnya. []

Settia