Settia

Balai Karantina Cilegon Kembali Ekspor Produk Jadi Lebih dari Rp 4,5 Miliar

BERBAGI
Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil saat menghadiri pelepasan ekspor komoditas di Kawasan Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera/Foto: Adji

CILEGON, BCO – Kementerian Pertanian RI melalui Balai Karantina Kelas Dua Cilegon kembali melepas ekspor komoditas dari hasil pengolahan industri di Cilegon. Pada kesempatan itu ada tiga kategori produk yang diekspor ke China dan sejumlah Negara lainnya di asia, di antaranya, pati jagung, tepung jagung, dan juga rumput laut yang nilainya mencapai empat milyar lebih.

“Jadi total yang kira-kira kita ekspor dari banten ini totalnya 4,5 M lebih,” ujar Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil disela-sela acara pembukaan ekspor di Kawasan Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera, Rabu 14 Agustus 2019.

Ali Jamil juga menjelaskan kebijakan terobosan dari Kementrian Pertanian untuk mendorong komoditas yang bisa diekspor dari setiap wilayah di Indonesia. Terobosan tersebut merupakan kemudahan perizinan, kampanye ayo galakan ekspor yang digagas langsung oleh kementan, dimana targetnya menyasar generasi milenial, peta komoditas ekspor yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah untuk mendorong komoditas ekspor setiap daerah, dan sertifikat dari balai karantina yang digunakan untuk mendampingi barang-barang ekspor ke luar negeri.

“Jadi manfaatnya untuk menjamin barang kita tidak ditolak oleh Negara tujuan terutama kalau ada pemeriksaan perkarantinaan,” jelasnya.

Meskipun dari beberapa katagori tersebut bahan bakunya ada yang dihasilkan dari import, namun menurut Ali Jamil, hal tersebut tidak menjadi masalah selama produsen bisa mengolahnya dan bisa memberikan nilai lebih ketika diekspor kembali.

“Enggak apa-apa bahan bakunya impor, kan untuk gandum kita belum bisa menghasilkan sendiri, tapi hasilnya diolah kembali oleh kawan-kawan kita di industri dan kemudian diekspor lagi dengan nilai lebih,” tambahnya.

Selain itu, juga Ali Jamil menyebutkan ada sekitar 42,5 juta ton volume ekspor di tahun 2018, dan menargetkan 45 juta ton volume ekspor ditahun 2019. “Targetnya di 2019 ini minimal 45 juta ton volume ekspor kita,” tutupnya. []

Settia