Settia

Buruh Laporkan Manajemen Koperasi PT WSB ke Polisi

BERBAGI
Perwakilan Buruh Laporkan Pengurus Koperasi PT WSB ke Polisi

CILEGON, BCO – Ratusan buruh PT Wahana Sentana Baja mempertanyakan pengelolaan Manajemen Koperasi Karyawan Outsourcing PT Wahana Sentana Baja yang beranggotakan hampir lebih kurang 200 orang buruh kontrak. Pasalnya,buruh menuding manajemen koperasi ini telah bermain untuk kepentingan pribadi. Selain mempertanyakan pengelolaan koperasi tersebut, buruh juga telah melaporkan seluruh pengurus Koperasi Karyawan Outsourcing PT Wahana Sentana Baja kepada kepolisian. Menurut salah satu buruh yang didampingi pengurus Ormas mengatakan, ada indikasi keterlibatan pengurus koperasi dan pengurus serikat yang menggunakan dana iuran anggota yang notabene merupakan pekerja kontrak, sedangkan pengurusnya merupakan karyawan organik. “kami sudah melaporkan semua pengurus koperasi beberapa hari yang lalu ke polisi, kami juga menduga ada indikasi keterlibatan pengurus – pengurus serikat juga didalamnya. Soalnya saya pernah bertanya, kenapa dana iuran wajib anggota itu sampai masih menempel di karyawan organik yang tadinya buruh kontrak terus diangkat karyawan organik tapi masih memiliki hutang,” ujar Arohman.

Menurut Arohman, selama terbentuknya koperasi tersebut dirinya sebagai anggota bersama buruh lain tidak pernah mendapatkan sisa hasil usaha (SHU) padahal lembaga tersebut memiliki usaha simpan pinjam, selain itu juga dirinya tidak memiliki kartu keanggotaan ataupun diikut sertakan dalam rapat keanggotaan, hal tersebut membuatnya mencari tahu legalitas koperasi PT WSB ini hingga ke institusi pemerintah bagian koperasi.

“Kata staf bagian koperasi memang ada legalitasnya, tapi koperasi ini tidak pernah melaporkan kegiatannya, nah ini (menurutnya) sudah menyalahi undang-undang koperasi, karena sudah banyaknya menyalahi aturan kami menyimpulkan ini adalah pembodohan terhadap anggota, ”

Sementara itu Ketua DPP Brigade Al Khairiyah Anwar Musadat, mendukung penuh langkah yang dilakukan para buruh yang mempertanyakan transparansi pengelolaan koperasi tersebut. Menurutnya hal seperti ini harus segera diselesaikan, karena mengingat para buruh kontrak tersebut terancam dipecat oleh PT Krakatau Steel.

“Kalau itu memang menjadi hak anggota koperasi terutama buruh, ya harus segera diselesaikanlah. Karena kasian merekalah, kami juga meminta kepolisian untuk bersikap profesional dalam menangani kasus ini,” pungkasnya. []