Settia

Cerita Tim Mengembara Lintas Benua Kibarkan Merah Putih di Bumi Bagian Utara

BERBAGI

NORWEGIA, BCO – Setiap perjalanan dalam kehidupan pasti akan memiliki rintangan ataupun cobaan tersendiri. begitu pun yang dirasakan Tim Mengembara Lintas Benua dari Mercedes Benz Club (MBC) Banten yang sedang melakukan perjalanan menuju tanjung paling utara di benua Eropa, yakni Nordkapp, tepatnya berada di County Finmark, Norwegia Utara.

Perjalanan yang ditempuh melalui jalur darat dengan jarak 2.212 km dari Kota Oslo, melalui Kota Bodo dan Tromso ini memberikan pengalaman tersendiri bagi tim MBC Banten untuk mengibarkan Merah Putih di ujung hamparan bumi utara. Pasalnya, perjalanan yang diperkirakan memakan waktu enam hari ini harus terkendala beberapa faktor yang menghambat kelancaran perjalanan tersebut.

“Ini bukan bermaksud mengibarkan bendera kita di negara orang. Melainkan semacam pengibaran bendera sebuah negara di puncak Everest oleh seorang pendaki. sebagai wujud cinta pada tanah air masing-masing,” jelas Iip Aminullah, Tim Leader MLB dalam rilis yang diterima BCO, Minggu 18 Agustus 2019.

Tim MLB MB Club Banten mengalami insiden roda lepas di terowongan bawah laut Norwegia/ Foto: @mengembaralintasbenua

Ketika dalam perjalanan, saat tim tengah melintasi sebuah terowongan bawah laut sepanjang 6,8 km dan sedalam 212 meter di bawah permukaan laut yang menghubungkan pulau Magerøya ke daratan utama. Bearing roda bagian belakang sebelah kiri KR Nusantara I, sedan 280 E pecah pada 58 km menjelang Nordkapp yang mengakibatkan roda lepas. “Kami sangat beruntung, tidak terjadi sesuatu pada anggota tim dan pengendara lain akibat kecelakaan ini. Fasilitas public juga tidak ada yang rusak. Sehingga kami tidak berurusan dengan polisi setempat,” jelas Adhy Purwanto, Road Manager MLB.

Adhy menambahkan, setelah menghubungi petugas Tunnel, kendaraan bisa segera dievakuasi ke kota terdekat, yaitu Honingsvag, yang berjarak 28 KM dari tempat kejadian. Setelah sampai sebuah bengkel di kota tersebut, petugas menganalisa kerusakan yang terjadi pada KR Nusantara I. Hasilnya, Tim MLB harus menunggu 4 minggu untuk mendapatkan suku cadang (spare part) dari bengkel tersebut. Di sisi lain Visa Schengen mereka tinggal sisa 3 minggu lagi.

Tim MLB-MB Club Banten saat membantu merevonasi rumah warga lokal/ Foto: @mengembaralintasbenua

Melihat kondisi ini, Tim Leader MLB, mengambil keputusan menghubungi tim monitoring MBC Banten untuk mengirimkan spare part dari Indonesia. “Kami sebenarnya membawa 4 box cadangan sparepart untuk dua kendaraan yang kami gunakan ini. Celakanya, ada beberapa part saja yang kami butuhkan saat ini justru tidak kami bawa”, jelas Iip.

Keputusan yang dipilih akhirnya membuahkan hasil. Tim monitoring MBC Banten hanya butuh 7-10 hari untuk mengirim spare part dari Indonesia. Dengan kata lain Tim MLB masih punya waktu 11 hari sisa visa Schengen untuk keluar dari Eropa.

Sembari menunggu spare part tiba, Tim Mengembara Lintas Benua mencoba masuk lebih dalam untuk mengenal masyarakat Honingsvag. Mereka mencari tempat camping yang memungkinkan bagi mereka untuk dapat berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat lokal.

“Kami mendapatkan sebuah lokasi camping yang bagus di pinggir danau. Ada beberapa rumah kabin musim panas di sekitarnya. Kami meminta ijin ke penghuni salah satu kabin untuk camping tak jauh dari rumahnya. Penghuni rumah tersebut sangat ramah menyambut kami saat kami perkenalkan diri bahwa kami overlander dari Indonesia,” ujar warga Kota Cilegon, Banten ini.

Settia

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa salah satu misi Mengembara Lintas Benua ini adalah untuk mengkonfirmasi pengaruh Indonesia terhadap negara-negara yang dilintasi. Indonesia dikenal orang atau tidak, diterima atau justru mendapat resistensi. “Jadi waktu 10 hari menunggu spare part ini kami manfaatkan untuk menguji misi tersebut. Kalau hanya kami habiskan di hotel, sia-sia saja rasanya,” tegas Iip.

Tim MLB semakin dekat dengan masyarakat sekitarnya. Saling tukar cerita tentang Indonesia dan Norwegia. “Kami saling tukar masakan. Mancing bareng. Bahkan kami ikut membantu salah satu warga merenovasi rumahnya hingga selesai. Kami sudah seperti keluarga,” paparnya.

Setelah menunggu 10 hari, spare part yang mereka tunggu akhirnya datang. Mekanik Tim MLB, Syafril Manoppo (57) langsung memasangnya hanya dalam waktu 3 jam. Kemudian Tim Mengembara Lintas Benua melanjutkan perjalanan ke Nordkapp untuk mengibarkan Merah Putih di ujung hamparan bumi utara.

Diketahui, Tim Mengembara Lintas Benua dari Mercedes Benz Club Banten (MBCB) memasuki bulan ke 14 sejak memulai perjalanan keliling dunia pada 20 Mei 2018, dengan mengendarai dua Mercedes Benz tua, seri 280E tahun 1983 dan G 300 tahun 1995, sebanyak 7 orang dengan 3 orang di antaranya adalah satu keluarga yakni ayah, ibu, dan anak. Dan rencananya akan tiba di Banten pada Oktober mendatang. [*]