Settia

Demo Hingga Jalanan Macet, Buruh Ingatkan Silmy Karim

BERBAGI

CILEGON, BCO – Ribuan buruh outsourching PT Krakatau Steel kembali melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Tekhnologi PT KS Jalan Asia Raya, Kawasan Industri PT Krakatau Steel, Rabu 17 Juli 2019.

Settia

Aksi tersebut merupakan kecaman keras bagi pihak PT KS lantaran memutuskan kontrak terhadap sembilan vendor, mereka meminta PT KS membatalkan rencana tersebut, juga berharap Pemkot Cilegon turun tangan.

Dalam aksinya ini, ribuan buruh sempat melakukan longmarch dari Kawasan Industri hingga ke Pemkot Cilegon setelah melakukan orasi didepan Gedung Tekhnologi PT KS. Lantaran tidak ada tanggapan dari pihak Perusahaan, ribuan buruh pun melanjutkan aksi ini hingga menutupi dan menyebabkan antrean kendaraan cukup panjang di area lampu merah pintu masuk Kawasan Industri akibat dari banyaknya massa yang melakukan aksi unjuk rasa.

Menurut Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Baja Cilegon (FSPBC) Syafrudin, pemutusan hubungan kerja terhadap 2868 buruh oleh PT Krakatau Steel yang akan dilakukan sampai 31 Agustus 2019 tidak memiliki dasar hukum, Syafrudin juga meng-klaim buruh yang akan di-phk merupakan karyawan PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu) dan telah memiliki SPIK (Surat Perjanjian Ikatan Kerja).

Ribuan buruh juga mengancam akan terus melakukan aksi unjuk rasa ini hingga satu pekan kedepan, dan akan mengadukan permasalahan tersebut kepada Presiden Joko Widodo di Jakarta nanti. []