Settia

Hindari Razia Pajak, Puluhan Pengendara Motor ‘Ngetem’ di Trotoar

BERBAGI
Puluhan pengendara berhenti di Trotoar lantaran untuk menghindari Razia Pajak/Foto: Adji

CILEGON, BCO – Puluhan pengendara kendaraan sepeda motor di jalan protokol arah Cilegon – Serang berhenti mendadak dan memarkirkan kendaraannya di trotoar. Hal itu dilakukan para pengendara ini lantaran untuk menghindari razia pajak yang dilakukan oleh petugas pajak dari Samsat Cilegon bersama jajaran Satlantas Polres Cilegon yang dilakukan di Bonakarta, Senin sore 8 Juli 2019.

Menurut salah satu pengguna sepeda motor yang enggan menyebutkan identitas, dirinya terpaksa berhenti di trotoar jalan karena untuk menghindari razia, karena kendaraan yang ditumpanginya terlambat membayar pajak dan juga dikarenakan lupa membawa Surat Izin Mengemudi (SIM). “Nuggu razianya selesai dulu kang. Saya lupa enggak bawa SIM, sama ini juga motornya telat bayar pajak,” ujarnya kepada BCO.

Akibat banyaknya pengendara yang berhenti dan memarkirkan kendaraannya di trotoar ini, arus lalu lintas sempat tersendat beberapa saat dan membuat petugas polisi bergegas mengatur lalu lintas.

Petugas kepolisian sedang melakukan pemeriksaan surat kelengkapan pengendara/Foto: Adji

Sementara, Kepala Seksi Penerimaan dan Penagihan Samsat Cilegon Taufik Hilmi, mengungkapkan, razia yang pertama kali di gelar di bulan ini didominasi oleh kendaraan sepeda motor yang jumlahnya diperkirakan mencapai 30 lebih pelanggar.

“Kalau dilihat dari jumlahnya kemungkinan 30 puluh lebih ya. Itu kebanyakan roda dua jenis pelanggarannya yaitu masa pajak sudah habis dan belum diperpanjang” kata Taufik Hilmi.

Selain itu, pihaknya juga menyediakan mobil SamLing (Samsat Keliling) bagi pelanggar yang akan melakukan pembayaran ditempat razia tersebut. Adapun sanksi yang diberikan kepada pelanggar, yakni pelanggar hanya dikenakan biaya pokok, lantaran saat ini masih dalam proses bebas biaya denda.

“Untuk bulan ini kan kita bebas denda nih mulai dari 1 Juli sampai 31 Oktober. Jadi kalau ada pelanggar mereka hanya dikenakan sanksi biaya pokok saja,” tambahnya.

Rencananya, razia ini akan dilakukan rutin hingga tiga sampai empat kali dalam satu bulan. Menyikapi banyaknya pengendara yang memarkirkan kendaraannya di Trotoar untuk menghindari razia tersebut, Taufik juga mengaku akan melakukan evaluasi terlebih dahulu.

“Sementara kita stand by di sini dulu sambil kita evaluasilah. Nanti ke depannya untuk mengantisipasi hal itu apa kita taruh petugas juga di sana gitu,” tutupnya. []

Settia