Settia

Kembalikan Formulir Balon Walikota, Tokoh Citangkil Singgung Pengangguran dan Keterbukaan Informasi

BERBAGI
Faturohman Salim saat berfoto dengan anggota tim penjaringan Partai Gerindra/Foto: Adji (www.bco-tv.com)

SERANG, BCO – Bakal Calon Kepala Daerah Kota Cilegon dari unsur non partai, yakni Faturohman Salim, hari ini kembali mengunjungi Kantor DPD Partai Gerindra Provinsi Banten di Jalan Raya Serang Pandeglang, Km. 4 Tembongan, Kecamatan Cipocok, Kota Serang. Jumat, 15 November 2019.

Usai menyerahkan formulir pendaftaran Balon Walkot Cilegon, Faturohman Salim yang didampingi tim penjaringan dari DPD Partai Gerindra dan relawannya ini, langsung memaparkan alasan ia serius maju pada bursa Pilkada Kota Cilegon. Ia juga berharap, DPD Partai Gerindra untuk merekomendasikannya menjadi Calon Walikota Cilegon yang akan datang. “Ini sebagai bukti keseriusan saya, dan saya berharap pimpinan partai gerindra memberikan surat rekomendasi sebagai calon walikota cilegon,” ucap Faturohman Salim dihadapan awak media.

Balon Walkot Cilegon Faturohman Salim memaparkan alasannya maju di Pilkada Cilegon 2020/Foto: Adji(www.bco-tv.com)

Selain itu, KADIN Kadin Paradigma Baru asal Citangkil ini juga optimis didukung partai pimpinan Prabowo Subianto untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah Kota Cilegon tahun 2020 mendatang. “Dan saya yakin, optimis, bismillah karena allah. Allah akan memberikan jalan terbaik dan arahan kepada pimpinan gerindra untuk memberikan rekomendasi kepada saya,” tambahnya.

 

Saat disinggung soal alasan mencalonkan diri sebagai walikota, Faturohman mengaku, saat ini Cilegon butuh perubahan dengan energi baru. Ia juga menyinggung soal tingkat pengangguran dan keterbukaan informasi di Cilegon yang hingga kini menjadi persoalan. “Ini yang membuat saya terpanggil untuk merubah cilegon dengan paradigma baru, energi baru, menuju cilegon yang lebih baik, sejahtera dan bermartabat, biarlah masa lalu menjadi catatan sejarah sudah saatnya masyarakat cilegon berhijrah,ā€¯tutupnya.

Settia

 

Diketahui, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Cilegon masih menduduki tingkat kedua tertinggi di Provinsi Banten dengan kisaran 9,68 persen dan menjadikan Banten sebagai daerah dengan pengangguran tertinggi di Indonesia. Selanjutnya, Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten juga mencatat keterbukaan informasi di Kota Cilegon menempati posisi buncit dengan nilai 60, 34 persen dibanding dengan daerah lain yang ada di Banten. []