Settia

Kepala Dinkes: Ada 102 IRT Terlular HIV/AIDS di Cilegon

BERBAGI
Dokter Arriadna saat menerangkan penyebaran HIV/AIDS di Kota Cilegon

CILEGON, BCO – Penyebaran penyakit seksual HIV/AIDS di Kota Cilegon semakin mengkhawatirkan, tak terkecuali penularan terhadap Ibu Rumah Tangga (IRT). Berdasarkan data yang diperoleh Dinas Kesehatan Kota Cilegon, ada sekitar 102 IRT di Cilegon terinfeksi penyakit seks menular tersebut. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon dokter Arriadna, penyebaran penyakit ini bisa terjadi oleh beberapa hal. Diantaranya, bersumber dari perilaku pasangannya. “Kebanyakan dari IRT yang tertular ini disebabkan oleh prilaku suaminya yang sering ‘jajan’ diluar pada masa kerja ataupun sebelum menikah,” ungkapnya ketika ditemui dikantornya, Kamis, 8 Agustus 2019.

Lebih lanjut, kepala dinas yang nyentrik dengan gayanya ini menerangkan kasus IRT terjangkit penyakit HIV/AIDS merupakan terbesar nomor dua setelah karyawan atau pekerja yang jumlahnya mencapai 212 kasus. dr. Arriadna juga menjelaskan ada 94 hotspot di Kota Cilegon yang berpotensi sebagai tempat terjadinya penularan tersebut. “hotspotnya adalah taman, penginapan, salon, bedeng, warung atau kafe, tempat hiburan malam, terminal, dan pelabuhan, dan paling banyak berada hotspotnya di Pulomerak, 23 tempat kemudian diikuti oleh Jombang 19 tempat dan Cibeber 15 tempat,” jelasnya.

Selain itu, perilaku hubungan seks sesama jenis (homoseksual) juga menjadi kekhawatiran tersendiri maraknya penyebaran penyakit paling berbahaya ini. Tercatat, pada tahun 2018, Dinas Kesehatan Kota Cilegon menemukan 45 Kasus HIV/AIDS, yang mana penyakit ini meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah 37 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan dalam melakukan hubungan intim. “Ya intinya harus setia dengan pasangan, kemudian menjaga pergaulan agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas,” tutupnya. []

Settia