Settia

Kurangi Pengangguran, Disnaker Cilegon Ciptakan Warga Siap Kerja

BERBAGI

CILEGON, BCO – Dalam rangka menekan angka pengangguran yang semakin tinggi di Kota Cilegon, Dinas Ketenagakerjaan Kota Cilegon melalui Balai Latihan Kerja (BLK) terus berupaya membuka pelatihan terhadap warga Cilegon untuk bisa bekerja. Baik pada sektor industri maupun usaha mandiri.

Settia

Hal ini merupakan program Pemerintah Kota Cilegon untuk menciptakan warga yang produktif dan siap bersaing dalam dunia usaha. Dimana setiap pelatihan maupun sertifikasinya menggunakan dana APBD.

Puluhan peserta pelatihan menghadiri acara pembekalan BLK/Foto: istw

Kasubag BLK Kota Cilegon, Umul Mahtum Walad menyatakan, setiap tahun BLK Kota Cilegon telah meluluskan 100 orang yang siap bekerja dan telah mengikuti pelatihan serta bersertifikasi. Ia juga mengaku, para warga yang mengikuti pelatihan ini umumnya diberikan pelatihan pada bidang industri. Seperti pelatihan pengoperasian alat berat, tekhnik perbengkelan, pelatihan menjahit, dan tekhnik kelistrikan. “Program pelatihan yang digalakan di kita itu, ada forklip, ekscavator, perbengkelan mobil dan motor, komputer, kelistrikan, dan menjahit,” ujarnya saat ditemui BCO di Kantor Disnaker Kota Cilegon, Selasa, 03 Desember 2019.

“Di BLK ini pelatihannya ada dua, yang satu kita arahkan ke industri dan yang satu kita arahkan untuk usaha mandiri,” tambahnya.

Foto bersama peserta pelatihan dengan pihak Disnaker dan BLK/Foto: istw

Lebih lanjut, Umul juga menjelaskan, apabila ada warga Cilegon yang berkeinginan untuk ikut pelatihan ini, pihaknya telah memasang postingan melalui jejaring media sosial facebook yang bisa diakses oleh siapa saja. Selain itu, para pelamar sendiri tidak dikenakan biaya selama pelatihan maupun sertifikasi. Nantinya, para pelamar yang memenuhi persyaratan tersebut bisa dilakukan pelatihan dengan waktu 15 hari.

“Syarat umur maksimal 35 tahun, kalau pendidikan itu enggak masalah. Tamatan apapun juga bisa. Biasanya paling cepat itu 15 hari dan paling lambat 45 hari untuk peltihannya,” jelasnya.

Pelatihan tersebut juga merupakan progran khusus untuk warga Cilegon. Meskipun demikian, animo masyarakat luar Cilegon juga tinggi tetapi tidak bisa diterima oleh BLK. []