Settia

PT KBS Mengaku Merugi Akibat Pemadaman Listrik

BERBAGI
Direktur utama PT Krakatau Bandar Samudera saat menjawab pertanyaan dari awak media/Foto: Adji

CIWANDAN, BCO – Peristiwa padamnya listrik secara massal yang terjadi dibeberapa wilayah pada Minggu 4 Agustus 2019 lalu, cukup berdampak pada sektor pelabuhan yang dikelola oleh PT Krakatau Bandar Samudera.

Akibat pmadaman listrik tersebut, kegiatan bongkar muat yang berlangsung di pelabuhan dengan kapasitas 25 juta ton per tahun dan memiliki 17 jetty ini harus terhenti.

“Terus terang sangat berpengaruh dan kegiatan bongkar muat juga harus terhenti,” ujar Dirut PT KBS, Alugoro Mulyowahyudi saat dikonfirmasi oleh awak media usai memberikan Program CSR di Gedung Kecamatan Ciwandan, Jumat, 09 Agustus 2019.

Settia

Ketika disinggung soal nilai kerugian yang dicapai, Alugoro belum berani mengungkapnya karena belum melakukan perhitungan. “Kalau itu kami belum hitung mas” katanya.

Meskipun aliran listrik di PT Krakatau Bandar Samudera dibantu oleh PT Krakatau Daya Listrik, namun saat pemadaman terjadi, kedua perusahaan anak BUMN ini juga terdampak lantaran tidak mendapat suplai dari PLN.
Diketahui pemadaman listrik massal yang terjadi pada Ahad, 4 Agustus 2019 lalu disebabkan karena adanya gangguan di wilayah Jawa Tengah dan sampai saat ini PLN masih melakukan investigasi atas peristiwa pemadaman listrik massal ini. []