Settia

PT Krakatau Steel Dituding Lecehkan Buruh dan Serikat Buruh

BERBAGI
Ribuan buruh berdemodi PT KS menolak pengurangan karyawan/foto:adji

CILEGON, BCO – Ribuan buruh PT Krakatau Steel hari ini melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Tekhnologi di Jalan Asia Raya Kawasan Industri Krakatau Steel. Selasa, 2 Juli 2019.

Berdasarkan pantauan BCO di lokasi, ribuan buruh yang terdiri dari beberapa serikat pekerja ini mulai memadati area pintu masuk gedung pada pukul 7.30 pagi tadi dengan cara berjalan kaki dan mendorong sepeda motornya, tak lama berselang aksi unjuk rasa penolakan restrukturisasi pun dimulai dengan berbagai orasi yang disampaikan para koordinator lapangan.

Menurut buruh, tindakan PT KS melakukan pengurangan terhadap karyawannya merupakan langkah yang tidak tepat. Buruh juga menuding perusahaan baja terbesar di Indonesia ini telah melecehkan serikat buruh lantaran merumahkan buruh tanpa sepengetahuan serikat dan juga melanggar Undang-Undang Serikat Buruh.

“Kami menolak dirumahkan, apalagi di-PHK. PT KS telah melecehkan buruh dan serikat yang ada, yaitu dengan melanggar UU 13, UU no 21 tahun 2000 dan melanggar UU 45 pasal 28, bahkan sejak 1 juni 2019 lalu ada sekitar 529 orang yang dirumahkan dan itu tidak ada pemberitahuan kepada serikat, dan kami juga tidak tau alasan mereka apa,” ungkap Muhari, Wakil Ketua Umum Serikat Buruh Krakatau Steel.

Buruh juga mengancam akan mendirikan tenda dan terus berdemo hingga tiga hari kedepan apabila pimpinan PT Krakatau Steel tidak mau menemui buruh yang melakukan unjuk rasa.
Aksi unjuk rasa ini juga mendapat pengawalan ketat dari ratusan petugas Kepolisian Resort Cilegon dan anggota TNI dari Kodim 0623 Cilegon. Untuk mengantisipasi kericuhan, kepolisian juga menyiagakan 3 unit water canon, dan 2 unit tambora. Tak hanya berorasi didepan perusahaan, ribuan massa juga turut menyuarakan aspirasinya hingga ke Kantor Walikota Cilegon. []