Settia

Setengah Ton Madu dan Ratusan Burung Ilegal Diselundupkan Via Bus

BERBAGI
Kepala Balai Karantina Pertanian Cilegon saat memaparkan upaya penyelundupan burung dan madu ilegal/Foto:Adji

MERAK, BCO – Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas II Kota Cilegon menggeledah satu unit bus AA 1491 DA tujuan Pekanbaru – Solo yang turun dari sebuah kapal di Pelabuhan Merak, Selasa sore 20 Agustus 2019.

Berdasarkan hasil penggeladahan, petugas menemukan ratusan ekor burung yang disimpan dalam kotak plastik dan 14 jeriken madu yang dibungkus karung di dalam bagasi bus tersebut.

Selanjutnya, bus dan barang bukti serta sopir dibawa ke Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon untuk dilakukan pemeriksaan.

“Setelah kita periksa busnya saat sandar di dermaga satu ternyata isinya bukan hanya burung, namun ada juga madu,” ujar Raden Nurcahyo, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon kepada awak media.

Belasan jerigen madu diturunkan dari bus tujuan solo/Foto: Adji

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, ada sekitar lima jenis burung yang dilindungi, yakni ciblek, cucak ijo, betet hijau, cucak ranting, dan burung konin, serta 675, 5 Kilogram madu.

“Burungnya masih proses penghitungan, ada lima jenis burung dan madu, setelah kita timbang ada sekitar 675, 5 kg, ini semua tidak dilengkapi dokumen kesehatan dari karantina,” tambah Raden.

Sementara, Raden juga mengungkapkan apabila terbukti bersalah, sopir ataupun pembawa barang ilegal tersebut bisa ditindak sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku.

“Artinya inikan enggak melapor ke Karantina Lampung. Nah, ini sudah melanggar Undang – Undang Karantina Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan” pungkasnya. []

Settia