Siswa Mau Ujian, Gedung SMPN 1 Mancak Disegel

BERBAGI

BCO TV – Pihak yang mengaku Ahli waris pemilik tanah, Aris Rusman bin Djaenul Arifin, menyegel gerbang SMPN 1 Mancak yang terletak di Desa Mancak, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, selama dua jam, Senin 9 April 2018. Jika belum ada kejelasan hingga 1 x 24 jam, pihak ahli waris mengatakan akan kembali menggembok sekolah tersebut secara permanen pada Selasa 10 April 2018.

Diketahui bahwa hari Senin ini siswa SMP sedang mengikuti ujian sekolah.

Kronologis versi ahli waris terkait lahan seluas 6.286 M itu
1. Pada tahun 1984, dinas pendidikan meminjam pakai tanah H Jasman bin Saiman untuk dibangun gedung SMPN 1 Mancak.
2. Pada 1996, diketahui terbit AJB (akta jual beli) dan dalam ajb tersebut tertera nama Kusrin bin Musta’al yang ketika itu menjabat kepala sekolah. Djaenul bin H Jasman, disebutkan menjual padahal tidak ada transaksi pembayaran.
3. Setelah itu, pihak ahli waris mempidanakan Kusrin yang berakhir di meja hijau.
4. Kemudian pada tahun 2006, terbit putusan dan Kusrin bin Musta’al membuat surat pernyataan bahwa AJB tersebut tidak benar dan tidak merasa membeli tanah Djaenul bin Jasman. Artinya, tanah tersebut kembali milik ahli waris.
5. Dengan pernyataan tersebut, ahli waris mengajukan klarifikasi ke dinas yang menyebutkan bahwa jika berminat dengan tanah yang di atasnya berdiri bangunan gedung SMPN 1 Mancak, silakan membayarnya sesuai ketentuan. Jika tidak, pihak ahli waris akan kembali menguasai lahan miliknya dan menutup operasional sekolah.
6. Tanggal 15 November 2016 ahli waris menggembok pintu gerbang SMPN 1 Mancak akibat belasan surat konfirmasi tidak digubris Pemkab Serang.
7. Pada tanggal yang sama, setelah penggembokan pada 15 November 2016, pihak Dinas Pendidikan berjanji akan membayar lahan tersebut kepada ahli waris.
8. Selama dua tahun sekitar 10 surat dilayangkan, baru kemudian pada 23 Februari 2018, Kepala Dindik Kab Serang Asep Nugraha Jaya menyebutkan dalam suratnya bahwa proses penyelesaian atas tanah tersebut akan diajukan penganggarannya dengan tata cara pembayaran dan harga sesuai dengan peraturan yang berlaku.
9. Setelah itu, 6 Maret 2018, pihak ahli waris kembali mengirimkan surat teknis pembayaran. Kemudian tak ada balasan.
10. Pada 16 Maret, pihak ahli waris mengirimkan surat berisi sama, yaitu menanyakan teknis pembayaran lahan SMPN 1 Mancak kepada ahli waris.
11. Pada tanggal 26 Maret, Aris bin Djaenul bin Jasman diminta menghadap ke ruang Kabid SMP Dinas Pendidikan Kab Serang Elis Yulaeti. Pada saat itu, Hj Elis mengatakan kepada ahli waris tidak akan membayar dan menantang menyelesaikan sengketa tersebut di pengadilan.
12. Kesal dengan pernyataan itu, pada hari ini, Senin 9 April 2018, pihak ahli waris menyegel gerbang SMPN 1 Mancak.
13. Gembok dibuka lagi dua jam kemudian karena ada garansi dari pihak Polsek Mancak, Kepala SMPN 1 Mancak, Komite dan UPTD Pendidikan Mancak, menjamin akan berkordinasi dengan pihak dinas pendidikan untuk penyelesaian sengketa ini.

Penyegelan juga dilakukan akibat pernyataan Hj Elis Yulaeti, Kabid SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Serang dalam sebuah surat tertanggal 3 April 2018, ia mengatakan dinas pendidikan tidak akan membayar kepada ahli waris.

Sedangkan sebelumnya, dalam surat tanggal 23 Februari 2018, Kepala Dindik Kabupaten Serang menyebutkan poin bahwa proses penyelesaian atas tanah tersebut akan diajukan penganggarannya dengan tata cara pembayaran dan harga sesuai peraturan yang berlaku.

Kepala SMPN 1 Mancak Julhaeni berharap persoalan tanah tersebut segera selesai agar siswanya dapat belajar dengan tenang. []