Settia

Tolak Aturan Over Dimensi dan Over Loading (ODOL), APTRINDO Surati Mentri Perhubungan.

BERBAGI

BCO TV – Diberlakukannya regulasi permenhub no 134 tahun 2015 mengenai Larangan Over Dimensi dan Over Load (ODOL) yang digulirkan 1 Agustus 2018, yg bertujuan mengurangi resiko kemacetan, kerusakan jalan, dan kecelakaan yg ditimbulkan oleh kelebihan beban muat angkut kendaraan truck, regulasi tersebut menimbulkan pro dan kontra dikalangan pengusaha truck, pasalnya kebijakan tersebut memiliki Multipiler Effects terhadap perkembangan ekonomi.

Dalam penerapannya pengusaha truck mengeluhkan beberapa dampak yg ditimbulkan diantaranya meningkatnya jumlah truk yg diperlukan karena kapasitas angkutan kecil sehingga biaya angkutan semakin tinggi.┬áDalam sambutannya Saipul bahri selaku ketua DPD Asosiasi Truck Indonesia Wilayah Banten dalam acara Forum Diskusi Group Implikasi Penerapan Permenhub No 134 tahun 2015 tentang Larangan Over Dimensi dan Over Load Versus Tarif Angkutan (ODOL), Cilegon 7 Agustus 2018 di Hotel SKI. “kami selaku pengusaha truck merasa sangat dirugikan dengan diberlakukan Larangan Over Dimensi dan Over Load (ODOL) pasalnya pemerintah seperti mengkanibal, tidak adanya tahapan – tahapan dalam penerapan kebijakan. Dalam kesempatan tersebut APRINDO yang dipimpin Saipul Bahri menuntut empat hal atas penetapan aturan over dimensi dan over loading.1. Menuntut kepada pemerintah dalam hal ini Mentri Perhubungan untuk menunda penerapan aturan over dimensi dan over loading dan melakukan revisi atas aturan tersebut.2. Mendesak kepada pemerintah untuk mempercepat proses penyesuaian tarif oleh pemilik barang agar regulasi dapat diterapkan dab tidak merugikan perusahaan angkutan barang.3. Meminta kepada pemerintah untuk memberikan perlindungan terhadap usaha angkutan barang sehingga dapat tumbuh dengab baik tidak selalu menjadi korban regulasi.4. Meminta kepada petugas penegak aturan untuk tidak sewenang-wenang dalam menjalankan tugasnya, dengan senantiasi mengedepankan solusi yang adil dan menghindari timbulnya potensi ekonomi biaya tinggi.Apabila tuntutan ini tidak mendapatkan tanggapan yang memadai dari pihak-pihak terkait maka segenap anggota APRINDO Banten akan melakukan stop operasi truck pada tanggal 14 agustus 2018.