Settia

Tulisan Asing Pada Gambar CEC 2019 Dikritik Dewan Terpilih

BERBAGI
Muhamad Ibrohim Aswadi/foto:istimewa

CILEGON, BCO – Pagelaran Cilegon Ethnic Carnival (CEC) yang ke enam kalinya akan digelar pada hari Sabtu, 24 Agustus 2019 nanti, mendapat sorotan tajam dari salah satu anggota dewan terpilih dari Partai Demokrat, Muhamad Ibrohim Aswadi. Pasalnya, pada gambar CEC yang tersebar di jejaring media sosial ini terdapat rangkaian kata yang menggunakan bahasa dan huruf asing, yang jelas-jelas tidak dimengerti oleh warga Cilegon. “Saya secara pribadi kurang setuju. Coba lihat temanya Cilegon Ethnic Carnaval dengan mengusung basis kemonesan budaya nusantara, kok pake bahasa luar yang tidak bisa dimengerti oleh kita,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin 19 Agustus 2019.
Kang Mia juga menjelaskan perihal pentingnya penggunaan bahasa bebasan (bahasa daerah) yang jelas-jelas sudah memiliki peraturan daerah (Perda), mengingat event tersebut merupakan ajang pameran budaya khas Cilegon. Selain memberikan kritik terhadap penggunaan bahasa pada gambar CEC ke-6 ini, anggota dewan terpilih dari dapil Citangkil-Ciwandan periode 2019-2024 juga mengusulkan penggunaan pakaian kebaya ataupun pakaian jawara, sehingga etnic dari Cilegon terlestarikan dengan baik. “Misalkan memakai kebaya, pakean jawara dan seterusnya yang didesain semenarik mungkin. Dan untuk bahasa bila perlu pake bahasa bebasam cilegon, kan kita semua tau, bahwa bahasa bebasan cilegon itu sudah ada perdanya. Kenapa gak sekalian dilestarikan dalam event – event budaya yang ada di kota cilegon tercinta ini,” jelasnya.
Disisi lain, Kang Mia meminta panitia untuk lebih menggali potensi peradaban budaya lokal tanpa harus ada embel-embel budaya asing yang sangat jelas telihat pada desain gambar CEC tersebut. “Saatnya panitia event carnival ethnik sekarang kita ajak mereka untuk lebih kental pada penggalian potensi peradaban budaya lokal, agar masyarakat cilegon juga tertantang dan bangga akan warisan budaya leluhurnya. Jangan malah budaya luar yg lebih ditonjolkan dan dilestarikan dong,” pungkasnya. []

Settia