Ciptakan Listrik dari Bekas Printer, Pelajar SMAN 1 Bojonegara Sabet Juara 3 Ajang LGIS 2016

BERBAGI

CILEGON, BCO – Memanfatkan barang bekas dari elemen mesin printer untuk membuat alat ramah lingkungan yang mampu menghidupkan lampu dan charger ponsel tanpa aliran listrik.

Temuan inovatif tersebut merupakan karya 3 pelajar SMAN 1 Bojonegara, Kabupaten Serang, dan berhasil mendapatkan juara favorit dan juara ke-3 dalam ajang L’oreal Girls in Scienes (LGIS), pada 28 Juli 2016 lalu di Balai Kota Jakarta.

Putri Kurniasih, Ratna Anjulita, dan Rita Umiyatu, adalah sosok penemu alat tersebut yang beradu karya dengan 15 SMA lainnya di Indonesia.

Dikatakan Rita Umiyatu, mesin yang diciptakannya memiliki manfaat energi yang bersumber energi gerak menjadi listrik. Sehingga menghasilkan aliran listrik menjadi 3 bagian kekuatan yang berbeda.

“Input yang dihasilkan dari alat sumber listrik adalah 0-3,5 volt listrik didapat jika tuas diputar dengan pelan, 3,5 – 6 volt listrik jika tuas diputar secara sedang, sedangkan 6-9 volt listrik bisa lebih besar jika diputar secara cepat,” kata Rita.

Sementara itu Putri Kurniasih mengatakan, penemuan alat ini berawal dari hasil penelitian terlebih dahulu kemudian dipresentasikan ke guru pembimbing. Setelah dianggap layak kemudian diikutsertakan dalam ajang L’oreal Girls in Scienes, dan mendapatkan kesempatan masuk 15 besar untuk presentasi hasil penemuannya.

“Kedepan tentu saja dari alat ini bisa dimanfaatkan dan dikembangkan untuk mendapatkan listrik secara ramah lingkungan,” kata Putri.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Bojonegara, Ermayati mengatakan, keberhasilan menciptakan mesin pembangkit listrik dari barang bekas adalah prestasi yang membanggakan bagi sekolah yang berada dipelosok desa. Biasanya temuan perangkat listrik seperti ini adalah pelajaran anak SMK, namun anak SMA juga terbukti mampu melakukannya.

“Prestasi tingkat nasional diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berkarya dan menciptakan prestasi yang baru meskipun diluar dari akademik,” kata Ermayati. (*)