Dindik Latih Keterampilan Warga Belajar Non Formal

BERBAGI

CILEGON, BCO – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, melalui Bidang Program Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal, menggelar pelatihan keterampilan bagi warga belajar non formal yang diikuti sebanyak 100 orang peserta dari 8 kecamatan se-Kota Cilegon yang dilaksanakan selama 4 hari dimulai dari tanggal 21 – 24 Maret 2017.

Event ini mengusung tema ‘masyarakat Kota Cilegon terampil, kompeten dan berdaya saing, siap untuk bekerja dan berwirausaha’.

Kepala Bidang Program Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal, Muhammad Najib yang ditemui di sela kegiatannya mengatakan, pelatihan keterampilan bagi warga belajar non formal ini dibagi dalam 3 bidang pelatihan seperti pelatihan pembuatan hantaran pengantin yang diikuti sebanyak 40 peserta dilaksanakan di LKP Laras BBS, pelatihan tata busana yang diikuti sebanyak 30 peserta dilaksanakan di LKP Pantas Jaya PCI, dan pelatihan tata rias pengantin yang diikuti sebanyak 30 peserta dilaksanakan di LKP Sekar Asih Perumnas Cibeber.

Najib juga mengatakan, dari seluruh peserta yang mengikuti pelatihan tersebut, peserta dengan nilai terbaik akan diikutkan dalam uji kompetensi di Lembaga Standarisasi dan Kompetensi (LSK) yang dibentuk oleh kementerian Pendidikan sebagai lembaga independen untuk mendapatkan sertifikat keterampilan yang kompeten.

“Kegiatan ini sudah berjalan dua tahun dan jumlah peserta sudah bertambah. Mungkin kita adakan sampai hari jumat. Harapannya dengan adanya pelatihan keterampilan ini, semua bisa mengikuti dengan baik, karena ada penilaian khusus, ada beberapa yang kita pilih untuk mengikuti uji kompetensi mungkin sekitar 75 persennya yang akan kami ikutkan di LSK untuk mendapatkan sertifikat keterampilan,” katanya, Rabu 22 Maret 2017.

Sementara itu, Kepala Dindik Kota Cilegon, Muhtar Gozali menuturkan dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, diharapkan warga belajar non formal kedepannya dapat menciptakan suatu usaha dari keterampilan yang dimilikinya, sehingga hal ini dapat mengurangi angka pengangguran yang ada di Kota Cilegon.

“Ini kegiatan pelatihan keterampilan kepada masyarakat, ini ada LKP yah, tapi intinya masyarakat se-Kota Cilegon, ini perwakilan dari 8 kecamatan. Kita punya keinginan ini disadari atau tidak ini akan membantu masyarakat dari pengangguran. Saya tekankan tadi, warga belajar yang ada di lembaga kursus agar mereka di didik terampil, begitu selesai dan terjun di tengah masyarakat dia bisa memberdayakan dirinya, ini yang kita harapkan, jangan sampai begitu selesai pendidikan masih nganggur. Kita tadi mengarahkan mereka supaya dapat memberdayakan dirinya dengan memiliki life skill, yaitu keterampilan tadi. Kita ingin menciptakan terampilnya warga belajar di Kota Cilegon,” tuturnya. (*)