Settia

Kota Cilegon Sempat Raih Penghargaan Bebas Buta Aksara, Kini Muncul Lagi Ada Warga yang Buta Aksara

BERBAGI

CILEGON, BCO – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pada tahun 2014, di Kota Cilegon masih ditemukan warga buta aksara dengan jumlah sekitar 1.000 orang.

Settia

Dinas Pendidikan Kota Cilegon menduga adanya buta aksara tersebut berasal dari warga pendatang yang kini menetap di Kota Cilegon.

Kasi PAUD dan Kesetaraan Bidang PNFI Dindik Cilegon Muhayati mengatakan, pada tahun 2010 Pemkot Cilegon sebenarnya sudah terbebas dari buta aksara. Hal tersebut sudah ditandai dengan piagam penghargaan dari Presiden RI.

“Saya sendiri kaget ketika di tahun 2014 mendadak BPS Pusat menyebutkan bahwa ada sekitar seribu warga Cilegon buta aksara. Padahal sebelumnya kami (Cilegon – red) mendapatkan predikat bebas buta aksara di tahun 2010. Kami sudah memastikan semua warga hingga pelosok sudah mendapatkan pendidikan informal secara langsung,” kata Muhayati dalam acara Hari Aksara International Kota Cilegon, Selasa 30 Agustus 2016.

Setelah diteliti di lapangan, Muhayati mengaku menemukan warga buta aksara berasal dari warga pendatang yang saat ini bekerja sebagai buruh kasar dan pemulung.

“Untuk menanggulangi buta aksara pada warga pendatang ini, kami meminta dukungan dari Dindik Provinsi Banten, karena untuk program Dindik Kota Cilegon bukan lagi ngurusin dari awal, tapi kita sudah tahap pembinaan secara rutin dengan sasaran Kelompok Usaha Mandiri,” jelas Muhayati.

Muhayati berharap melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Cilegon, dapat memaksimalkan dalam upaya menghapus angka buta aksara yang ada di Kota Cilegon. (*)