Settia

Lumba-lumba Hidung Botol Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Sukaresmi – Pandeglang

BERBAGI

PANDEGLANG – Lumba-lumba jenis hidung botol Indo-Pasifik (Tursiops Aduncus) dengan panjang 2,25 meter ditemukan mati terdampar di Pantai Sinar Mulya Kampung Tegal Papak, Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Minggu (15/1) kemarin.

Lumba-lumba hidung botol ini pertama kali ditemukan oleh Udin warga Desa Tegal Papak yang sedang menggembala kambingnya di sekitar pantai tersebut. Namun Udin tidak berani mendekati ikan itu, karena menurutnya hewan tersebut merupakan hewan yang dilindungi Undang-undang, dan langsung memberitahukan kepada temannya Sujai (35).

Keduanya langsung melaporkan penemuan tersebut kepada pihak Kepolisian Air Polres, Pandeglang.

“Kami sempat kaget ketika melihat ikan yang cukup aneh, pas kami deketin ternyata ikan tersebut mirip lumba-lumba, langsung saya laporan ke pihak Polairut, karena sepengetahuan saya hewan jenis lumba-lumba dilindungi,” ungkap Sujai kepada Fakta Banten.

Polisi Perairan Polres Pandeglang yang menerima laporan terkait penemuan lumba-lumba tersebut langsung turun ke lokasi tersebut untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

Kanit Gakkum Satuan Polisi Perairan Polres Pandeglang Bripka Saipul, mengaku mendapatkan laporan dan informasi dari masyarakat sekitat Pukul 15.30 WIB dan langsung turun mengecek ke lokasi, dan ternyata betul apa yang di informasikan oleh warga.

“Kami langsung mengamankan lokasi terdampar ikan lumba-lumba, kemudian kita langsung menghubungi pihak PSPL yang berkantor di Labuan, untuk memeriksa jenis ikan apa dan penyebab kematian ikan tersebut,” ungkap Bripka Saipul.

Wiara, Petugas Kantor Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (PSPL) Serang menerangkan, bahwa ikan lumba-lumba yang ditemukan tersebut jenis lumba-lumba hidung botol, dengan panjang sekitar 2,25 meter.

Wiara menambahkan, jenis mamalia yang ditemukan tersebut dibawa ke kantor PSPL di Caringin Labuan, untuk dilakukan identifikasi, apa penyebab kematian ikan tersebut.

“Ikan ini akan kita lakukan identifikasi dan teliti apa penyebab kematiannya,  karena hewan ini jenis mamalia yang dilindungi oleh Undang-undang, mungkin saja ikan ini keracunan apa memang sakit lalu terdampar? Kita akan teliti dan memanggil Dokter Hewan yang bisa meneliti, maka diharapkan pihak Polairut juga besok supaya hadir untuk menyaksikan identifikasi, kemudian akan kita kubur ikan ini,” paparnya. (*)

Penulis: Gatot (Fakta Banten)