Settia

Mahasiswa Untirta Gelar Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Bokashi

BERBAGI

SERANG, BCO – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mengadakan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk bokashi di Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok Bokashi yang dilaksanakan mulai 29 April hingga 5 Mei 2016.

Pelatihan sendiri dibimbing oleh Suhendar, dosen pembimbing KKN, sementara materi inti disampaikan oleh Sasmito dari Posyantek Cilegon.

Pelatihan ini merupakan program kerja utama kelompok, yang bertujuan untuk memberi wawasan kepada masyarakat guna mengurangi produksi sampah dan dapat menghasilkan uang untuk kemajuan ekonomi desa.

Selain teori pengantar, peserta pelatihan juga nampak antusias dalam melakukan praktek langsung yang didampingi Sasmito.

Tidak hanya pelatihan pembuatan pupuk, peserta juga diberi arahan untuk membuat bakteri tanpa harus mengeluarkan uang untuk membeli.

“Sosialisasi ini perlu ada proses tindak lanjut, sebagai bukti keseriusan kelompok KKM kami dalam mengembangkan kreativitas warga Desa Tamiang,” ujar Wawan Setiawan, Ketua Melompok KKM Bokashi.

Ditambahkan Wawan, bahwa akan ada tindak lanjut dari program ini, salah satunya mendorong Pemerintah Desa untuk mengembangkan produksi pupuk sehingga dapat mengembangkan dan menambah penghasilan warganya.

“Rencana kedepan, kita akan menyinkronkan antara kegiatan ini dengan BUMDes, sehingga bisa menghasilkan produk yg terkualifikasi, yang akan dapat membantu dalam mensejahterakan warga desa,” imbuh Wawan.

Di sisi lain, Kepala Desa Tamiang, Muntomi mengapresiasi adanya kegiatan tersebut.

Settia

“Kegiatan ini sangat bagus, saya berharap kegiatan ini dilaksanakan secara kontinue, tidak hanya karena adanya kegiatan KKM. Karena hal ini berdampak positif bagi perkembangan BUMDes yang sempat vakum beberapa tahun terakhir, dikarenakan konflik desa yang terjadi beberapa bulan silam,” tegasnya.

Untuk tindak lanjut setelah pelatihan ini, mahasiswa akan memberi media dan arahan ke setiap ketua-ketua RT, untuk pembuatan bakteri atau molase serta pupuk. (*)