Settia

Program Banten Cerdas, Fasilitasi dan Bantu Siswa Agar Lulus SBMPTN

BERBAGI

SERANG – Kumpulan mahasiswa Banten yang sedang studi di Bandung yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Mahasiswa (FSM) Fasaa, mempunyai terobosan program untuk membantu siswa dan siswi kelas 12 yang hendak lulus tahun ini.

Program Banten Cerdas adalah salah satu solusi yang ditawarkan kumpulan mahasiswa Banten ini untuk membimbing pelajar agar bisa mengerjakan soal saat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Program bimbel dan try out ini akan menjembatani para pelajar agar sukses di SMBPTN dan masuk program studi di PTN yang diinginkan.

Dijelaskan Ketua FSM Fasaa, Fakhri, bahwa dalam program Banten Cerdas peserta yang mengikuti Bimbingan Belajar (Bimbel) intensif adalah mereka yang lulus seleksi.

Setidaknya ada 60 quota yang disediakan FSM Fasaa untuk Bimbel intensif tersebut.

Bimbel dilaksanakan gratis bagi seluruh peserta yang lolos seleksi, selain pengayaan materi, penginapan dan makan selama 40 hari ditanggung oleh FSM Fasaa. Selain itu tutorial materi juga bekerjasama dengan salah satu lembaga les terbaik di Banten.

“Kita ingin seluruh siswa yang kami berikan Bimbel Intensif ini bisa seluruhnya menembus SBMPTN dan masuk PTN favorit mereka,” ujar Fakhri kepada Fakta Banten, Minggu (29/1).

Namun untuk menjadi peserta Bimbel intensif ini tidak mudah, setidaknya para siswa mesti mengerjakan sekitar 100 soal standar SMBPTN dan tes wawancara.

“Seratus siswa yang mendapatkan nilai tertinggi akan diseleksi lagi dengan tes wawancara,” imbuhnya.

Seleksi peserta Banten Cerdas sendiri dilaksankan di tiga lokasi, yaitu di MAN 1 Serang, Aliyah Mathla’ul Anwar Pusat (Pandeglang) dan SMAN 2 Rangkasbitung, pada Minggu (29/1) hari ini.

“Kita menyasar siswa di daerah yang secara kompetensi masih kalah dengan yang di kota-kota seperti Tangerang dan Tangerang Selatan,” imbuhnya.

Kedepan jika lebih banyak donatur, FSM Fasaa ingin Peserta Bimbel bisa lebih besar lagi, selain itu saat ini mereka juga sedang menyiapkan materi belajar online dengan contoh soal untuk para siswa.

“Kedepan gak hanya 60 orang tapi lebih banyak lagi,” tukasnya. (*)