Settia

Siswa BBPLK Serang Kesulitan Dapat Perusahaan untuk On the Job Training

BERBAGI

SERANG, BCO – Salah seorang siswa mengeluhkan sikap Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang yang tidak membantu dalam Penempatan On the Job Training (OJT). Keluhan disampaikan siswa jurusan otomotif tersebut kepada awak media beberapa waktu lalu.

Menurut penuturan siswa yang tidak berani menyebutkan namanya ini, dirinya ditolak oleh salah satu perusahaan besar di Banten yang diinginkannya untuk tempat on the job training, karena pihak BBPLK Serang enggan memberikan tanda tangan di surat pernyataan yang diberikan perusahaan.

Surat pernyataan itu isinya memuat tentang tidak bertanggung jawabnya perusahaan terhadap kecelakaan siswa yang sedang OJT tersebut. Sementara pihak BBPLK Serang tidak mau menandatangani surat tersebut karena tidak mau bertanggung jawab atas kecelakaan kerja jika sewaktu-waktu menimpa siswanya di tempat OJT.

”Engga jadi PKL (praktik kerja lapangan-red), soalnya harus pake surat pernyataan yang ditandatangani BBPLK. Padahal pihak perusahaan sudah mau menerima dirinya jika saja surat tersebut ditandatangani,” keluhnya.

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa para siswa di lepas oleh BBLPK Serang untuk mencari tempat on the job trainingnya sendiri.

Settia

Sementara saat dikonfirmasi, Kabid Penyelenggaraan dan Pelatihan BBPLK Serang, Toto, membantah hal tersebut.

Ia menjelaskan bahwa BBPLK telah membantu untuk para siswanya mendapatkan tempat OJT, hanya saja perusahaan di Banten tidak mampu menampung seluruh siswanya yang mencapai 2.000 orang per-tahun.

”Siswa kami kan tidak hanya satu, tapi ada dua ribuan setiap tahunnya dan karakter orang sini tidak mau ditempatkan di jauh, waktu itu ada ditempatkan di Tangerang, belum selesai sudah pulang kadang disitu masalahnya,” ujar Toto saat dihubungi BCO, Kamis 21 Juli 2106.

Keluhan lain tentang dilepasnya para siswa dalam mencari tempat OJT nya sendiri, menurut Toto, hal itu hanya kesalahan persepsi saja.

”Makanya kita sarankan untuk mencari perusahaan yang sesuai dengan keingininan peserta pelatihan, bukan dilepaskan. Kita juga sudah bekerjasama dengan perusahaan untuk tempat mereka melakukan on the job training,” tegasnya. (*)